Kisah Bisma dan Dewi Amba, the True Love Story paling RUMIT

Aku termasuk penggemar Shakespeare. Kalimat-kalimatnya banyak kugunakan sebagai pedoman. Tapi sejujurnya, aku gak terlalu menyukai kisah Romeo and Juliet. Kisah cinta yang menurutku benar-benar luar biasa adalah kisah Bisma dan Dewi Amba dalam Epos Mahabarata gubahan Rsi Vyasa.
Dewawrata atau Bisma adalah putra dari Raja Santanu (Raja Hastina Pura) dan Dewi Gangga. Bisma adalah Vasu terakhir dari delapan Vasu yang harus dilahirkan ke dunia melalui Dewi Gangga untuk menjalankan hukuman, namun dia harus menjalani kehidupan lebih lama karena dosa yang lebih besar. Untuk memenuhi keinginan calon Ibu tirinya Satyawati menjadikan keturunannya sebagai pewaris tahta Hastina Pura, Dewawrata bersumpah untuk tidak menikah seumur hidup. Sejak itulah Dewawrata memperoleh nama Bisma.
Satyawati memiliki dua putra yaitu Citrangada dan Vicitavirya. Setelah Raja Santanu wafat, Citrangada kemudian dinobatkan menjadi putra mahkota, namun Citrangada yang masih sangat muda kemudian harus bertarung dan terbunuh oleh seorang anak Gandharwa yang juga bernama Citrangada dimana dia tidak terima namanya disamai.
Vicitavirya kemudian dinobatkan sebagai putra mahkota menggantikan Citrangada. Setelah cukup umur, Bisma bermaksud mempersunting putri dari kerajaan Kasi untuk menjadi permaisuri Vicitavirya sesuai tradisi yang telah ada dimana putri-putri kerajaan Kasi akan dipersunting untuk pangeran-pangeran Kuru. Namun ternyata Raja Kasi malah mengadakan Sayembara bagi para ksatria untuk memperebutkan putri-putri kerajaan Kasi yaitu Dewi Amba, Dewi Ambika, dan Dewi Ambalika. Hal ini merupakan pelanggaran tradisi, dan demi menegakkan kehormatan kerajaan Hastina Pura, Bisma menuju kerajaan Kasi dan membawa ketiga putri dengan mengalahkan semua yang menghalanginya termasuk Raja Salva.
Sesampainya di Hastina Pura, Bisma menyerahkan ketiga putri kepada adiknya Vicitavirya. Namun, Dewi Amba membuat pengakuan bahwa ia telah mengalungkan bunga kepada Raja Salva sebagai tanda telah memilihnya sebagai suami. Vicitavirya merasa tidak baik untuk memperistri wanita yang telah menyimpan hati untuk orang lain, maka Bisma mengirim utusan untuk mengantar Dewi Amba kepada Raja Salva. Namun Raja Salva menolak untuk menerima Dewi Amba karena menurut Darma Ksatria, ksatria yang telah dikalahkan harus tunduk, Raja Salva menyatakan bahwa Bisma telah meiliki Dewi Amba sejak dirinya dikalahkan oleh Bisma.
Dewi Amba kemudian kembali ke Hastina Pura dan meminta Bisma untuk menikahinya, namun Bisma tidak dapat melanggar sumpahnya untuk tidak menikah seumur hidup. Ini cuplikan sedikit naskah dari kisah yang mengharukan ini.
“Bhisma menenangkan gadis yang menangis dihadapannya ini dengan penuh kelembutan. Ia kasihan padanya. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Air matanya telah membuatnya menangis, air mata yang ia tangiskan sendiri tidak keluar tapi terdapat dalam hatinya. Ia menyesal karena wanita ini kehidupannya telah hancur karena dirinya. Ia berkata lembut padanya. “Aku turut bersedih atas semua yang telah terjadi. Aku tidak bisa menikahimu. Kau tahu bahwa aku telah bersumpah untuk menjadi seorang brahmacarin sepanjang hidupku. Bagaimana aku bisa menikahimu? Tolong hilangkan pikiran itu dari pikiranmu. Itu tidak mungkin. Seandainya engkau memberitahu aku bahwa kau telah memilih suamimu, hal ini tidak akan terjadi. Tetapi seseorang tidak bisa mengendalikan nasib. Kau tidak pernah bisa menjadi pengantin wanitaku. Kau boleh kembali kepada Salva dan membujuknya untuk menikahimu. Aku tidak bisa membantumu mengatasi keadaan yang sulit ini. Aku pasti akan menikahimu, jika segalanya berbeda. Tetapi sekarang, aku terikat sumpahku. Aku tidak bisa membantumu seperti yang engkau inginkan.” Bhisma pergi dari hadapannya.”
Singkat cerita, Dewi Amba telah menghabiskan bertahun-tahun untuk berkelana memohon bantuan banyak pihak untuk membujuk Bhisma menikahinya termasuk Bhagawan Bhargava, guru Bhisma, namun tidak berhasil. Kemudian dia bertapa dan Dewa Sankara menganugrahinya untuk lahir sebagai Shikandi, anak raja drupada dari kerajaan Pancala dalam kehidupan berikutnya yang ditakdirkan untuk membunuh Bhisma dalam perang Bharatayudha. Dewi Amba kemudian membuat api yang besar dan melompat kedalamnya.
Hmmmm, ada kajian yang dalam mengenai kisah ini. Bisma, aku percaya banget bahwa di dasar hatinya, dia tidak punya alasan untuk tidak mencintai Dewi Amba. Cantik, Anggun, Setia, Konsisten, segalanya deh (namanya juga Putri Raja). Tapi, sebagai ksatria, Bisma harus memenuhi darmanya untuk tidak melanggar sumpah. Ada banyak cinta yang bisa kita pelajari, cinta kepada Tuhan, cinta kepada Tanah Air dan Rakyat, cinta kepada Keluarga, cinta kepada Sahabat, cinta kepada Lawan Jenis, sekarang, masalahnya bagaimana meletakkan semua cinta tersebut dalam urutan yang benar sesuai dengan peran kita.
Cinta dan Benci bisa menjadi energi yang luar biasa untuk mewujudkan sebuah keinginan, seperti keinginan Dewi Amba untuk membunuh Bisma. Benci dan Cinta adalah sesuatu yang mungkin hampir sama, tipis sekali perbedaannya, hanya masalah sudut pandang saja. Dewi Amba mungkin saja bersikap seperti itu karena kebencian dan keinginannya yang begitu besar untuk balas dendam. Tapi juga bisa diartikan karena cintanya yang begitu besar kepada Bhisma sehingga dia ingin sekali menjadi orang yang bisa membebaskannya dari hukuman kehidupan dunia sehingga bisa kembali ke asalnya sebagai Vasu.
Jadi sebenernya cinta atau benci ya? Aduwh, rumit banget. Gak terproses di otakku. Yang kurasain sendiri, cinta itu emang barang paling rumit. Cinta itu barang yang paling gak sistematis, gak bisa diprediksi, gak bisa direncanain, dan handlingnya susah banget. Tapi, cinta juga sekaligus barang paling indah, membawa kebahagiaan yang gak terhingga banyaknya dalam kehidupanku, membuat hari-hariku penuh kehidupan.
Epos Mahabarata menurutku adalah cerita paling seru dari seluruh cerita yang ada di jagat raya ini (berlebihan gak sih?). Aku betah banget baca bukunya berulang kali. Banyak kalimat-kalimat agung tak terbantah, banyak kalimat-kalimat indah dan romantis, dan segudang pelajaran moral berharga. Bener-bener kisah yang sangat inspiratif. Aku rasa, nggak akan ada lagi penciptaan sastra sebesar ini di masa depan.
Finnaly, thanks for visiting my blog. Keep Reading…

Cuplikan Naskah dari Mahabharata oleh Kamala Subramaniam

About these ads

20 thoughts on “Kisah Bisma dan Dewi Amba, the True Love Story paling RUMIT

  1. luar biasa.. saya membacanya, dan saya pun berpendapat sama dengan anda bahwa ini merupakan kisah cinta yang rumit.
    hmm..luar biasa, cinta memang tak dapat disangka, kadang amat melukai namun disaat bersamaan keindahan dalam naungannya sungguh sangat tak terukur..

  2. sya bru mnyadari bhwas trnyata srikandi mrupakan wjud renkarnasi (amba) dri bibinya(istilah skarang tante) dari para pandawa. sedangkan srikandi sndiri adalah kakak ipar dari pandawa. hubungan yg rumit.

    • hehehe.. memang rumit.. ehm, sebenarnya Dewi Amba bukan tantenya pandawa tapi kakak neneknya pandawa.. hehehe.. adiknya Dewi Amba yaitu Dewi Ambika adalah ibu dari Pandu. Nah, Pandu ini adalah ayah dari Pandawa. Jadi ya, sebenernya nenek juga.. hehehe..

  3. Saya juga penggemar kisah Mahabharata. Saya setuju banget. Ini memang kisah cinta yang rumit. Jadi terbayang juga kalau ini terjadi pada diri saya. Hehehe.

    Pertemuan Bisma dan Dewi Amba merupakan kisah yang sangat menarik sekaligus mengharukan dari rangkaian kisah Mahabharata. Sebuah pertemuan antara komitmen dan konsistensi terhadap sebuah prinsip di satu sisi melawan pengorbanan perasaan seorang wanita di sisi lain. Supata yang ternyata diterima dengan ikhas dan ksatria oleh Bisma sebagai konsekuensi atas pilihan hidupnya.

    Yang mengharukan bagi saya adalah ketika keduanya bertemu kembali dalam Bharata Yudha. Ruang untuk cinta di antara keduanya terungkap di padang Kurusetra, di saat Bisma, sambil mengungkapkan isi hatinya, dengan ikhlas membiarkan dirinya diserang Srikandi tanpa sedikit pun memberi perlawanan. Sikap ini seolah-olah merupakan jawaban atas konflik batin yang selama ini mendera Bisma. Konflik batin karena cinta tapi tidak dapat mengungkapkannya.

    Saya mencoba memaknainya bahwa inilah cara Bisma mengungkapkan cintanya pada Dewi Amba (Srikandi). Bisma telah menepati janjinya untuk memenuhi supata Dewi Amba. Saat itulah, Dewi Amba yang menitis pada Srikandi menemukan jawaban bahwa dirinya bukanlah orang yang disia-siakan oleh Bisma. Cinta yang tertunda itu akhirnya terpenuhi. Pada saat itu, hanya mereka berdua yang menyadarinya.

    Salam kenal dari Bandung. :)

    • waaaahhh….. penghayatannya luar biasa yah.. T.T saya jadi makin terharu.. dan jadi makin dalam hanyut dalam kisah cinta yang rumit dan tragis ini… ini bener2 kisah cinta yang tragis tapi gak cengeng… dan bener2.. wow.. wow.. wow.. banget… klo menurut saya pribadi, kisah cinta romeo juliet itu tragis tapi ada kesan konyol… walaupun saya suka sekali dengan cara Shakespeare bercerita.. kata2nya romantis.. tapi klo kisah bisma ini sih.. …………………………… speechless deh.. T.T eh, kok jadi berpanjang2.. eniwei… thanks for visiting my blog… salam kenal Ben.. ^^

      • hai…

        memang terdapat perbedaan mendasar antara romeo dan juliet dengan mahabharata. keduanya berasal dari dua budaya yang berbeda. pengaruh budaya amat terasa dalam kedua karya besar tersebut. kedua karya besar ini terus menjadi kajian sampai saat ini dengan masing-masing penggemarnya. :)

        kisah mahabharata di indonesia dipengaruhi budaya jawa sehingga terdapat versi yang agak berbeda dalam beberapa jalan ceritanya, termasuk cerita hubungan bisma dengan dewi amba. secara pribadi, kedua versi mahabharata ini (india dan jawa) sama-sama menarik banget. saya nggak pernah bosan juga berulang kali membaca cerita ini. mahabharata karya alm. teguh santosa menjelaskan hal ini dengan sangat baik. informasi lainnya juga dapat dilihat di sini: http://topmdi.net/republikwayang/?p=87. karena itulah, kisah bisma dan dewi amba berkali-kali dipentaskan dalam pergelaran wayang. :)

        bisma merupakan salah satu tokoh favorit saya dalam kisah mahabharata. hehehe. terus terang saya kagum dengan prinsip dan pendirian yang dianutnya. keikhlasannya untuk berkorban demi kebahagiaan orang tuanya dengan cara melepaskan haknya atas tahta kerajaan, bahkan hingga bersumpah wadat, telah menempatkan dirinya sebagai figur yang amat dihormati dalam kisah mahabharata. jika bisma tidak bersikap demikian, tidak akan pernah terjadi pertemuannya dengan dewi amba, pendampingnya yang abadi, hingga perang bharata yudha.

        secara pribadi, perjalanan kisah bisma dan dewi amba memberikan pesan yang mulia. manusia harus memiliki keberanian bersikap untuk bertanggung jawab atas sebuah pilihan hidup. baik bisma maupun dewi amba telah memilih jalannya masing-masing dan bersedia bertanggung jawab total atas pilihannya tersebut. pesan lainnya dalam hubungan mereka adalah ternyata cinta menemukan jalannya melalui cara yang unik, yang mungkin tidak akan pernah terbayangkan. rupanya, kematian tidak memisahkan mereka. istilah “until the death do us apart” rupanya tidak berlaku dalam hubungan mereka. :)

        selamat berakhir pekan. ^_^

      • waduwh.. mas ben ini pakar mahabarata sepertinya.. ^^ perlu banyak belajar dari mas ben nih.. thank u ya mas.. malem2 gini dikasih pencerahan..

  4. Interesting, hubungan Bhisma-Amba sebetulnya tergantung persepsi pembaca, yang manapun versi diambil, entah versi India atau Jawa.

    Dalam versi India lebih terlihat pengabdian Bhisma sebagai resi yang hanya memiliki satu cinta di dunia, pada dharma. Sementara versi lain adalah sifatnya lebih universal, yaitu hubungannya dengan wanita seperti Amba. Walaupun menyukai versi kedua, tapi saya merasa bahwa versi pertama memiliki makna lebih dalam dan agung (walaupun banyak wanita yang tidak menyukai versi tanpa kisah cinta ini).

    Sekali lagi itu kembali kepada pembaca.

    • mungkin versi kedua lebih disukai karena lebih manusiawi.. hehehe… ya tapi bagaimanapun, kadang ada cinta yang harus dikesampingkan untuk cinta yang lebih tinggi… makasih kunjungannnya.. :)

      • kembali…ohya, lupa fyi saja, ingat, dari riwayat kelahirannya di dunia, Bhisma sebetulnya adalah reinkarnasi dari Vasu dayu, yang setengah dewata. Vasu Dayu dikutuk oleh dewata untuk hidup paling lama dan selibat (tidak nikah) di dunia, karena dulu di nirwana pernah melakukan kesalahan terbujuk rayu rayuan istri untuk mencuri lembu suci seorang begawan. Dengan kata lain aslinya dia sudah mempunyai pasangan (istri) di nirwana. Pertanyaannya, ketika kembali ke alam nirwana, apakah dia bisa bersatu dengan Amba? Hehe…misteri ini terus menggelitik pemikiran..

      • wah, thanks informasinya yah, saya malah ga tau selengkap itu.. iya juga ya, mungkin takdir kisah dengan dewi amba cuma buat di dunia.. hehe.. yah, saya juga taunya cuma sebatas ini.. penasaran juga sih tapi.. :D

  5. salam kenal mbk ary dharmayanti, namaku elva. ku kul di kebidanan poltekes yka. sy boleh mnta alamat facebook na mbk g? ak pngen tny2 bnyk ttg mahabarata hindu budha. n pingin bgt knalan, boleh y mbk…

    • maaf banget slow respon, mudah2an ada notifnya.. alamat fb ary dharmayanti, link ke fb kan juga ada tuh badgenya di sebelah.. :D tolong kasih mesej yah kalau add.. makasih kunjungannya, mudah2an diskusi bisa berlanjut..

  6. sbenarnya saya pikir bhisma dan amba berjodoh di kehidupan setelah itu,Karena, saya pernah membaca kisah mahabaratta yang setelah bberapa belas hari meninggalnya Bhisma Sikhandi atau srikandi juga mati,,,berbeda dengan kisah pewayangan jawa yang mengatakan bahwa Srikandi menikah dengan Arjuna,karena sebenarnya namanya Sikhandi yg telah menjadi lelaki yg bertukar kelamin dengan seorang Resi ntah kenapa diubah menjadikan Srikandi sang dewi yg bermental kuat sperti pria,jadi masa Arjuna menikahi seorang yg bisa dikatakan Transgender..
    jadi kesimpulanku kemungkinan Bhisma dan Amba berjodoh di khidupan berikutny Karena kematian mereka tidak begitu lama..
    aku sih percaya sama versi yg kubaca

  7. Yesss,setuju bangettt.aku juga berpendapat sama,Mahabarata adalah cerita yg sangat menginspirasi hidupku,terlebih pd saat2 sulit.aku banyak belajar dan mengambil hikmah kehidupan dari cerita ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s