Category: Reflection


Sejumput uraian konsep dari Buku Mars and Venus on a Date by John Grey

Hampir semua orang berusia dewasa pernah menjalin hubungan istimewa dengan lawan jenis, atau secara sederhana disebut pacaran. Hubungan pacaran ini tentu berbeda dengan hubungan pernikahan, dimana (menurut opini saya) dalam hubungan pacaran, seseorang masih memiliki hak 80% kehidupannya sebagai dirinya sendiri dan 20% kehidupannya bersama pasangan (pacarnya). Berbeda dengan hubungan pernikahan, (lagi2 menurut saya) dimana berlaku sebaliknya. 80% kehidupan seseorang adalah kehidupan bersama pasangannya sedangkan 20% kehidupannya masih miliknya sendiri.

John Grey dalam buku Mars and Venus on a Date menerangkan konsep bahwa pacaran sebaiknya seperti hidangan penutup. Inti dari konsep ini (menurut saya lagi) adalah bahwa pacaran bukanlah “segalanya” dalam hidup. Dalam kehidupan, kita diharuskan untuk membagi diri kita dalam banyak konsentrasi atau urusan. Sebagai contoh, saya membagi kehidupan saya untuk beberapa konsentrasi yaitu :
KeTuhanan
Negara
Keluarga
Sahabat dan teman
Study
Karir
Bisnis
Cinta
Hobi
Pengembangan bakat dan keterampilan

Dari pengalaman saya, saat berstatus “single”, konsentrasi saya mungkin akan terfokus secara baik dan seimbang ke 9 hal selain cinta. Kemudian saat beralih ke status “in a relationship” terkadang terjadi perubahan besar dimana saya menjadi (sedikit/banyak) lebih mengabaikan hal-hal yang lain. Namanya juga sedang berbunga-bunga alias mabuk cinta (xDD). Mungkin sebagian dari pembaca juga pernah mengalami hal seperti saya. Ketidakadilan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi, dan harus segera disikapi secara bijaksana.

Dalam hidup ini, kesembilan hal selain pacaran merupakan hidangan utama yang seharusnya kita santap. Sedangkan pacaran sebaiknya ditempatkan sebagai hidangan penutup. Jangan memandang sebelah mata hidangan penutup ini. Hidangan penutup, walau umumnya dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, namun para koki biasanya mempersiapkan dengan segenap jiwa raga, sepenuh hati, sekuat tenaga sampai berdarah-darah (lebay) agar dalam jumlah yang sedikit saja, hidangan penutup dapat memberikan kepuasan dan rasa lengkap bagi penikmatnya. Begitu juga pacaran. Setelah kita penat menyantap berbagai hidangan utama dalam hidup (terutama mungkin pekerjaan) yang begitu melelahkan, maka di akhir hari, di akhir pekan, atau di akhir bulan (tergantung bagaimana siklus waktu setiap orang), kita akan siap sepenuhnya untuk menikmati hidangan penutup yang manis dan segar.

Hal yang terpenting adalah jangan menjadikan pasangan kita sebagai hidangan utama, hal itu akan sangat melelahkan dan sebenarnya mustahil karena tidak ada seorang pun yang sanggup menjadi hidangan utama. Manjadikan pasangan sebagai hidangan utama adalah perbuatan yang sangat kejam, melanggar hak asasi manusia. Jangan tuntut pasangan untuk jadi pengisi seluruh hari kita, memaksanya untuk menemani kita saats kesepian, memaksanya untuk menyembuhkan kita setiap kali kita bete, dan lain sebagainya. Karena hal itu sangatlah melelahkan, membosankan, dan bisa jadi akan membuat mereka merasa terbebani.

Bagi konsentrasi secara adil pada 9 hal selain pacaran dan nikmati hidangan utama sebaik-baiknya. Jika merasa kesepian, lakukan hal yang menyenangkan, misalnya menjalankan hobi atau mengembangkan bakat, bergaul dengan teman-teman, berbagi dengan keluarga, bekerja, belajar, berdoa, dan lain sebagainya. Pacaran bukanlah seluruh kehidupan kita, jadilah 80% diri kita sendiri. Dan siapkan yang terbaik untuk 20% hidangan penutup berupa kebersamaan dengan pasangan secara total. Tabung kerinduan kita sampai batas maksimal, kemudian perhatikan kreativitas apa yang bisa muncul dari kerinduan kita itu. :D

Good Luck buat relationshipnya masing2 yah…

“Jodoh adalah orang yang bisa memunculkan hal-hal terbaik dari dalam diri kita – John Grey”

NB.
Saya baru belajar menulis artikel, maaf bahasanya kacau. Feel free to remove tag ya. Thank u

Sebelumnya aku minta maaf kalau ada apapun di catatan ini yang menyinggung perasaan. Aku mengepos ini sama sekali bukan atas kepentingan pribadi memenuhi rasa ketidaksukaanku terhadap seseorang atau semacamnya, aku hanya tidak suka ada orang yang menjelek-jelekkan bangsa ini, apalagi dia sendiri orang pribumi. Bagi pihak manapun yang merasa tersinggung, sekali lagi aku minta maaf.

Kemarin, aku melihat percakapan seperti ini, yang membuatku sedikit kecewa, kenapa di hari peringatan Sumpah Pemuda, ada kejadian seperti ini. Yeah, ini singkatnya yah. Bagian2 yang OOT aku eliminasi biar ga kepanjangan. Yeah, u can see, and u can put on ur opinion about this.

Oh ya, yang berminat pengen liat langsung (mudah2an bisa dilihat dan belom dihapus), silahkan klik disini:

http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=172004062813945&id=100000130584419

Atau, kalau gak beruntung, aku sudah aplot naskah asli (murni tanpa editing) berbentuk file Microsoft Word di 4shared (mungkin link-nya ga bisa dipake langsung, jadi silahkan salin alamat url-nya) :

http://www.4shared.com/file/utqMciU6/Naskah_Asli.html

 

View full article »

Maze

Aku tengah duduk di berandaku, menatap dan tersenyum pada calon-calon tamuku. Keadaan yang dilematis, aku tak bisa membawa mereka masuk ke dalam bilik atau beranda ini tanpa memastikan satu-satunya bilik tamuku telah kosong. Sedangkan untuk masuk ke dalam bilikku, aku terlalu takut. Aku takut, tamu itu masih ada, tamu yang dulu begitu bersemangat kupersilahkan masuk, tapi yang juga sekaligus tak pernah kusaksikan kepergiannya, bahkan sampai hari ini aku masih merasa asing terhadapnya. Adakah dia masih di dalam? Atau dia telah lama pergi tanpa kusadari? Aku terlalu takut membuka pintu untuk kemudian menemukan hamparan labirin panjang penuh liku View full article »

Taurus

Aku suka baca-baca artikel mengenai kepribadian gitu, lagi tertarik nih sama empat tipe kepribadian Sanguin, Koleris, Melankolis, Plegmatis yang ternyata dihubungkan sama empat tipe golongan darah, dan bahkan, dihubungkan sama unsur-unsur (bumi, air, api, dan udara) kaya avatar, nah, yang terakhir, dihubungkan sama zodiak.

View full article »

Well, kalau mungkin matematika dan fisika adalah momok bagi siswa SMU, dan Satuan Proses adalah momok bagi mahasiswa TIP (walaupun nilaiku A hahaha.. sombong.. *bletak*), ada pekerjaan rumah yang momok bagiku, what is that?? Yupe… menyetrika.. wkwkwk… Kenapa aku posting ini? Karena aku baru aja selesai merapikan lemari pakaianku yang.. hell.. yeah..berantakan, bajunya pada lecek, dan hhh…cape deee….

Aku terbiasa dan baik dalam mengerjakan hampir seluruh jenis pekerjaan rumah tangga mulai dari mencuci pakaian, mencuci piring, bersih2, nyapu, ngepel, masak (sedikit2.. heheh..), dan lain sebagainya. Tapi untuk urusan yang satu ini (setrika-red), aku benar2 buruk.. waahh… bagaimana nasib suamiku nanti?? huahahahaha…. Ignore it!! Nanti dibilang ngebet nikah lagi..
View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.