Jogja, Never Ending Asia, Never Ending Story in My Heart

Standar

“Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu”

Itu sebaris indah lirik lagu Kla Project yang menggambarkan Jogja banget. Speechless klo ngomongin Jogja niy.

Pertama kali aku kembali ke Jogja untuk kuliah di tahun 2005, aku datang dengan perasaan yang begitu pede dan yakin bahwa aku tidak akan megalami kesulitan apapun, apalagi bermasalah dalam mengurus diri sendiri atau tinggal jauh dari orang tua. Tapi bener apa kata Spiderman bahwa “Peraturan Pertama, Jangan Terlalu Yakin”. Ternyata hidup emang ga sesederhana pikiran anak 18 tahun. It was seem so different. Jogja, terutama pergaulan kampus memiliki keragaman yang sangat tinggi, berbagai latar belakang budaya, adat, agama, bahasa, sangat berbeda dengan pergaulan homogen yang biasa aku temui dalam 18 tahun terakhir.

Ternyata ga mudah menjadi pribadi yang menyenangkan dan bisa diterima semua orang. Aku harus terbiasa dengan pergaulan yang begitu dinamis, kadang-kadang sedikit licik dan sadis (cuma sedikit), tapi akhirnya, begitu menyenangkan dan mengharukan. Jogja meluruhkan banyak keangkuhan dan keegoisanku, mendidik aku untuk tidak terlalu sensitive dan lebih easy going, mengajarkan untuk jadi lebih jahil dan humoris, memberi bisikan yang dalam tentang arti persahabatan, persaudaraan, kesetiaan, kepedulian terhadap sesama, kepekaan sosial sesuai dengan norma agama dan kesusilaan… haiyah… kayak PPKn. Dan yang paling signifikan, Jogja berhasil membentuk aku jadi peng’Ece berdarah dingin. Huahaha….serem deehhh…

Yang jelas, aku sudah begitu banyak berubah dari pribadi yang terakhir kutemui 4 tahun lalu. Sekarang aku lebih mencintai hidup.

Aku akan selalu merindukan Jogja, merindukan semua pembentuk diriku yang sekarang, lingkungan tempat tinggalku, almamaterku, temen-temenku, sahabat-sahabatku, dosen-dosenku…miss u all guys, miss u all gals… (kok jadi sedih n’ pengen nangis gini?).

“Ijinkanlah aku untuk slalu pulang lagi….Bila hati mulai sepi tanpa terobati…”

Matur Nuwun sudah mengunjungi Blogku.

5 thoughts on “Jogja, Never Ending Asia, Never Ending Story in My Heart

  1. Cah_Boemen

    Iya jogja Never Ending Asia…. Tapi kok Endingnya di Bali.???
    Padahal kan harusnya ke papua endingnya…..!!!
    Hei, MBOKKe kapan balik neng Jogja,,,>>?? kami kangen nie…. Kangen “Ngece”” gak JKD tpi Seriusly….!!!!@@@
    Oh ya gak kangen tuh ama BATURSARI STREET..??
    Kan bnyak KENANGAN…..!!
    salah satunya si “Dia” Tuh…. Alias si “Gombloh/Dombleh”””…
    kemaren anak2 ke Tmnngung… Nanyain yang Orang bali tapi Medok mana????
    Ayo kapan maen ke Jogja….???

    • ary dhamayanti

      Ah, terus aja deh kamu ngekspose aku yang diece, tidak cukup gentle mengakui bahwa yang terjadi adalah sebaliknya. Dateng terus sob, comment terus yah. Keep reading…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s