Road to “Pura Pucak Bukit Sangkur”

Standar

Temen-temen yang biasa bolak-balik Denpasar-Singaraja, pastinya sering banget lewat di kawasan Danau Beratan kan? Dan mungkin diantara kalian ga sedikit juga yang tau keberadaan Pura Pucak Bukit Sangkur.

Pura Pucak Sangkur atau Pura Pucak Resi terletak di kawasan Desa Pakraman Kembang Merta, Candikuning, Baturiti, Tabanan. Pura ini merupakan salah satu dari banyak Pura Kahyangan Jagat. Kalau kita berangkat dari Denpasar, kita bisa menemukannya setelah beberapa puluh meter melewati Danau Beratan, dari jalan raya akan ada jalan masuk ke kanan (arah mata anginnya mana aku juga bingung, pokoknya kanan jalan), ntar kalian bisa liat petunjuk jalan ada tulisannya “Pura Pucak Bukit Sangkur”. Masuk sekitar 2 km melewati kebun-kebun sayur dan strawberry milik petani setempat. Jalannya agak kecil tapi motor pasti bisa masuk, tinggal ikuti jalannya sampe mentok, akan sampai ke kawasan hutan lindung. Hutan lindung ini fungsinya sebagai Tapa Wana, jadi asri banget dan sejuuukkk (suhunya sekitar 18-22°C). Parkir aja kendaraan disitu, di sebelah kanan ada tangga batu menuju ke Pura Pucak Sangkur. Naiknya lumayan sih, sekitar 400 meter.

Setelah sampai, kita bisa menikmati pemandangan luar biasa, Danau Beratan dari ketinggian. Wah, pokok’e ga terkatakan indahnya. Dengan suasana yang sangat nyaman ini dan jauh dar suasanan berisik, aura spiritual terasa begitu kental.

Pura ini didirikan khususnya untuk memuja Dewa Siwa. Kalian bisa datang pada pelaksanaan upacara Pujawali setiap Budha Kliwon Sinta atau hari raya Pagerwesi. Ada sejarah yang agak panjang (lain waktu kuceritain deh) kenapa di Pura ini kemudian secara rutin dilaksanakan upacara Pujawali setiap hari Pagerwesi.

Keunikan dari Pura ini adalah keberadaan Juuk Linglang (sejenis jeruk). Jeruk ini konon sudah tumbuh ratusan tahun dan diyakini memiliki khasiat tertentu yang ajaib, jarang sekali orang yang bisa mendapatkan buahnya.

Masih dalam satu kawasan, berjarak sekitar 200 meter (turun lagi lewat tangga kembali ke hutan lindung, belok kanan masuk ke hutan agak naik) terdapat Pura Puseran Jagat Pancaka Tirta Bali. Di pura ini kita bisa melihat arca Siwa-Budha yang distanakan di pelinggih. Ada juga arca Siwa yang mengendarai Lembu Nandini. Dari mulut Lembu Nandini menetes Tirta Sudamala atau tirta pembersih. Di pura ini kita bisa mohon tirta penglukatan (segernya bukan main). Lebih diatas lagi, ada kawasan indah dengan Siwa berstana di dalamnya dimana terdapat tirta pemuput. Diinformasikan bahwa sebaiknya semua upacara yang dilaksanakan diBali, dipuput dengan menggunakan tirta tersebut. Kemaren kesana juga dengan tujuan mohon tirta itu… hehehe…

Kalau memerlukan bantuan Jero Mangku, bisa dihubungi, rumahnya tidak jauh dari kawasan Pura, ada petunjuk jalannya kok atau bisa tanya langsung ke penduduk setempat. Karena kemampuan navigasiku yang sangat parah, walaupun aku tau jalannya, aku tetep aja susah jelasin.

Satu tips mengunjungi pura ini, be careful dengan barang-barang bawaan anda, sebaiknya selalu diawasi, jangan ditinggal begitu saja, karena banyak kera yang sering iseng mengambil barang bawaan pengunjung. Dan sebaiknya kalian datang pagi, klo sore dikhawatirkan akan turun kabut yang menggangu. Selamat berkunjung yawh.. Matur suksma telah mengunjungi blogku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s