Where is The Shadow??

Standar

Aku tidak terlalu menyukai kucing, bahkan mungkin bisa dibilang agak sebal terhadap kucing. Walaupun aku sangat mengakui bahwa kucing memang termasuk binatang yang anggun dan indah, tapi aku menganut keyakinan bahwa kucing merupakan binatang yang sangat sombong, manja, dan sering memperbudak manusia untuk menjadi pelayannya. Wah… wah… aku juga gak nyangka aku sebegitu sebalnya sama kucing. Aku sangat meyakini apa yang disajikan dalam film “Cat and Dog” bahwa kucing mungkin memang benar-benar berencana untuk menguasai dunia dan memperbudak manusia.

Wah, serem…. Di film “Ratatoille” (salah satu film kesukaanku), juga dijelaskan bahwa ada teori yang menyatakan bahwa kucing melihat manusia ke bawah (maksudnya memandang manusia sebagai makhluk yang lebih rendah dari dirinya) karena mungkin juga kucing sering jalan-jalan di genteng, makanya klo liat manusia ke bawah… hihihi…. Sudahlah, bukan itu inti dari postingan ini.

Begini, walaupun aku tidak menyukai kucing, ada seekor kucing yang sangat membuatku kagum. Di tempat aku tinggal di Jogja (kota dimana aku kuliah), aku sering melihat seekor kucing (sebenarnya ada beberapa kucing, bahkan bisa dibilang banyak, tapi yang menyita perhatianku cuma satu). Aku gak tau kucing itu kucing siapa, sepertinya sih liar. Kucing itu jantan, berbulu hitam nyaris di seluruh tubuhnya kecuali sedikit bagian berwarna putih berbentuk diamond tepat di bawah lehernya. Terlihat sangat keren, hampir seperti rajah permata. Di kegelapan, diamond putih itu akan kelihatan sangat menarik perhatian. Aku gak tau nama kucing itu siapa. Tapi karena warnanya hitam, aku sering memanggilnya Shadow, dan karena aku sangat mengaguminya, aku panggil Mr. Shadow, dan senangnya, dia merespon nama itu dengan baik.

Sebenarnya, kami tidak bisa dibilang akrab, karena Mr. Shadow adalah kucing jantan yang sangat cool. Dia hampir tidak pernah mengeong, bahkan aku tidak yakin apa aku benar-benar pernah mendengar suaranya atau tidak, silent type, hehehe, selalu berjalan dengan cool dan sangat anggun, dia akan menoleh sedikit dan berhenti berjalan sebentar jika aku memanggilnya “Mr. Shadow….” dan dengan pandangan yang seolah-olah bertanya “Apa maumu?”, dia akan menunggu sebentar, dan saat dia yakin aku hanya menyapanya, dia akan berlalu lagi. Phiewh….. cool banget….

Mr. Shadow dikenal orang-orang sebagai kucing yang tak pernah mencuri makanan, berbeda dengan kucing-kucing liar lain di daerah itu, sesekali dia akan mau jika diberi makanan, tapi dia pantang meminta dan merengek. Beberapa kali aku lihat dia di dapur, tidak untuk mencuri makanan, tapi dengan seekor tikus dimulutnya. Dia sangat senang berburu. Barangkali, Mr. Shadow benar-benar kucing dari ras ksatria. Hihihi… Wah, Mr. Shadow adalah kucing dengan kepribadian yang sangat mengagumkan.

Waktu ayahku mengunjungi aku ke Jogja, beliau sangat terkejut dan kagum ketika melihat Mr. Shadow. Yah, karena ayahku termasuk orang yang menyukai kucing (cukup beralasan). Karena tidak tau namanya (waktu itu belum kuberitahu), beliau memangil “puss…”. Dan, tidak seperti terhadapku (yang biasanya cuma noleh saja), Mr. Shadow berhenti berjalan dan duduk dengan kaki depan tetap lurus dan kedua kaki belakang ditekuk. Anggun sekali. Dan dia memandangi ayahku (tanpa mengeong). Ayahku mendekati Mr. Shadow dan dia diam, sampai jarak sekitar 1 meter ayahku berhenti mendekat dan berjongkok di hadapannya, memperhatikan tubuhnya dengan seksama. Mr. Shadow tetap duduk dengan anggun dengan dagu ditegakkan dan memandang ke mata ayahku (sombong atau gimana ya?). Setelah beberapa saat (cukup lama, dimana aku jadi penonton adegan aneh ini), akhirnya ayahku mengambil tindakan untuk mencoba membelai Mr. Shadow dan kalau bisa digendong untuk dipelihara. Tapi Mr. Shadow dengan cepat berlari menjauh beberapa meter kemudian duduk kembali seperti posisi persis sebelum dia lari. Wow….. Hmm, itu diartikan ayahku sebagai “Saya sangat menghargai ketertarikan anda terhadap saya, tapi saya sungguh menyesal dan minta maaf bahwa anda tidak dapat membawa saya sebagai binatang peliharaan karena saya kucing yang bebas”, menurut ekspresi Mr. Shadow yang kulihat sebelumnya, aku pun sependapat dengan ayahku. Hari-hari berikutnya, Mr. Shadow tetap berkunjung (atau mungkin cuma sekedar lewat). Kadang-kadang berhenti dan duduk untuk membiarkan kami mengaguminya sebentar. Huuh… sombongnyaaa… tapi dia juga sangat kereeeen…

Beberapa waktu (mungkin sekitar satu atau dua bulan), sebelum aku pulang ke Bali, Mr. Shadow lama tak nampak. Gak cuma aku, tapi tetangga-tetangga ternyata juga menyadari ketidakberadaan Mr. Shadow. Kemana sebenarnya Mr. Shadow ya? Benar-benar misterius. Apa dia benar-benar menghilang seperti bayangan? Hmm…….
Finally, thanks for visiting my Blog yaa… keep coming..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s