Tokeko-phobia

Standar

Kalian pasti tidak asing dengan istilah phobia atau ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu. Semua orang pasti mempunyai rasa takut yang sebagian merupakan phobia. Entah phobia terhadap binatang, ketinggian, gelap, ruangan sempit, atau bahkan terhadap karet gelang (benar-benar ada).
Menurut para ahli, terjadinya phobia sering disebabkan karena penderita mengalami peristiwa yang membuatnya terkejut atau shock terhadap sesuatu yang yang dia phobia-in (bahasanya :p) dimana peristiwa itu menimbulkan ketakutan yang luar biasa dan akal sehat mereka belum bisa menerima kejadian itu sepenuhnya sehingga bila melihat atau bertemu dengan benda tersebut, maka diluar kesadaran, mereka akan teringat dan kembali mengalami ketakutan dan perasaan tertekan seperti saat phobia mulai terjadi.<!–more–>
Kalau dipikir, yang namanya phobia itu memang sering tidak masuk akal. Aku bahkan pernah bertemu orang yang (serius) phobia terhadap es krim. Lucu banget sih, tapi terlalu sombong rasanya kalau aku tertawa, karena aku sendiri tidak bebas dari phobia yang juga tidak masuk akal. Aku memiliki phobia terhadap Tokek. Whaaatt??? Aku membongkar aibku sendiri. Tidaaaaaak..
Aku tau banget rasanya bagaimana bila ketakutan yang tidak masuk akal itu menyerang. Rasanya sangat tidak enak. Aku selalu mengalami depresi hebat yang juga tak jarang histeris bila bertemu dengan tokek. Walaupun sebenarnya aku sangat tidak ingin begitu. Tapi itu benar-benar diluar kesadaran. Rasanya seperti kehilangan akal sehat. Menyebalkan lah. Phobia-ku itu tidak terjadi begitu saja tapi melalui sebuah sejarah yang hingga sekarang terekam jelas di kepalaku dan meninggalkan sebuah phobia yang mengerikan.
Kejadiannya adalah waktu kami sekeluarga tinggal di Denpasar. Waktu itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar (masih kecil). Aku sedang mau mandi ketika aku melihat tokek di dalam kamar mandi. Yeap, rumah kami memang berada di kompleks perumahan baru yang sangat mewah (mepet sawah red). Jadi gak heran kalau sering ada kodok, macam-macam serangga, tikus sawah bahkan (kadang-kadang) ular. Kembali ke kamar mandi, aku yang tidak suka kalau dipelototin waktu mandi (oleh tokek, cicak, atau bahkan serangga yang biasanya aku usir), bermaksud mengusir si tokek. Sudah kucoba dengan cara menepuk-nepuk dinding agar si tokek pergi dan keluar melalui ventilasi udara tempat dimana dia (sepertinya) masuk tadi. Si tokek kelihatannya cuek dan sama sekali tidak mengindahkan perintahku. Karena kesal, aku keluar dari kamar mandi dan kembali membawa sebuah galah bambu. Sambil sedikit berteriak, aku kembali memukul-mukul dinding dengan galah tadi, tapi lebih dekat ke tokek. Masih cuek juga tuh si tokek. Akhirnya sedikit aku sodok-sodok dan dorong-dorong dia agar dia pergi. Tapiiiiiii…. (perhatikan bagian ini, yang merupakan awal dari phobia-ku) ternyata si tokek malah maju merayap mendekatiku dengan mulut dibuka. Terlihat garang, galak, dan seolah-olah berani dan berniat menantangku. Aku terbengong sebentar karena shock dan kemudian Huaaaaa…… aku berteriak dan berlari keluar kamar mandi. Gak mampu bicara sebentar dan kemudian melaporkan semua kejadian itu kepada mamaku sambil menangis. Hiks… hiks…. Itu kejadian paling mengerikan seumur hidupku dan menurutku sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seekor tokek berani melawan manusia. Bagaimana bisaaaa??? Dan ketidakmasukakalan kejadian itulah yang membuatku phobia. Akhirnya, si tokek ditangani oleh ayahku. Aku tidak mandi sore itu dan butuh berjam-jam untuk menenangkan diri. Kacau.
Sudah kuselidiki bahwa tokek ternyata memang punya kecenderungan berperilaku seperti itu bila sedang dalam keadaan yang sangat terancam dimana dia gak punya pilihan lain selain melawan. Mungkin waktu itu si tokek sebenarnya juga merasa sangat takut dan shock seperti aku, tapi dia tidak punya pilihan. Dan akhirnya dia maju melawanku.
Sebenarnya, aku tidak ingin larut dalam ketakutan apalagi phobia yang aneh dan tidak masuk akal itu. Tapi entahlah, setiap bertemu tokek, reaksi fisiologis phobia-ku langsung timbul. Gemetar, berkeringat dingin, jantung berdebar, nafas tidak teratur, rasanya takut dan stress banget. Aku bahkan pernah histeris waktu disodori tokek (waktu itu pernah dikerjain). Padahal jaraknya lumayan jauh, sekitar 3 meter. Tapi aku sudah berteriak-teriak sangat keras dan akhirnya butuh waktu yang lama juga buat menenangkan diri, waktu itu aku sampai lemas. Yang ngerjain aku dimarahi nenekku habis-habisan.
Phobia gak bisa dibuat bercandaan, karena itu adalah ketakutan yang serius. Mamaku punya phobia ulat bulu. Aku pernah disuruh membersihkan sayuran dari ulat karena mamaku takut. Trus buat iseng-iseng, aku menakuti mamaku dengan batang bayam, maksudku buat bercandaan, aku hampir saja terbunuh karena mama yang waktu itu sedang memotong sayur malah menyodoriku pisau dan hampir saja menusukku, untung aku bisa menghindar dan gak kena. Huaduh, serem banget deh. Aku dimarahi ayahku habis-habisan dan aku bener-bener kapok. Waktu aku mengalami sendiri phobia-ku (waktu dikerjain tokek itu), aku baru tau rasanya bener-bener gak enak. Orang benar-benar akan kehilangan akal sehat bila mengalami phobia. Aku merasakan betul bahwa aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku. Mungkin seseorang bisa melakukan apapun saat dia mengalami phobia, kalau cuma gemetar seperti aku sih oke. Tapi kalau sampai mau nusuk orang kayak mama gitu yah serem juga. Karena itu, aku sarankan pada kalian untuk jangan pernah mengerjai orang yang phobia, itu sangat berbahaya.
Penyakit apapun pasti ada obatnya. Dan aku yakin phobia juga pasti bisa disembuhkan. Hmm, bagaimana ya caranya sembuh dari phobia tokek?? Btw, thanks for visiting my blog. Keep coming!!!

4 thoughts on “Tokeko-phobia

  1. dinda

    aku sangaat takut ma tokek ngusir ajh gc brani apalagi megang,,,,,,,,,, truzzz gmana cara lebih efisien biar biza mengusirnya

    • feny

      Sama αķΰ jg takut ß⌣ªª⌣Ñgêt ma tokek.. Liat dr kejauhan jg Ůϑªн bkin jantung mau copot. Apalgi liat dr dekat.. Huuaaaa….😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s