Freak The Mighty  baik untuk “cuci mata”

Standar

Maksudku cuci mata disini adalah “menangis” hehehe… aku pernah membaca sebuah artikel yang bilang bahwa “menangis kadang2, baik untuk membersihkan mata” dan sepertinya masuk akal juga. Aku sudah lama gak menonton film ini dan hampir lupa bahwa aku dulu sering banget menontonnya. Kemaren waktu ngeklik page Freak The Mighty di fesbuk dan jadi fan, sempat liat2 discussion board trus liat2 foto, jadi inget lagi gimana seru2an nangisnya pas nonton film ini. Huks… Sampai saat ini, film ini masih berada di urutan teratas film kesukaanku. Dari sejak jaman SD waktu aku pertama kali nonton film ini, sampai sekarang. Sudah berulang kali aku tonton, tapi aku tetap tidak pernah absen menangis walaupun sudah hapal jalan ceritanya. Yeah, karena film ini benar-benar film yang mengharukan. Jangankan aku, my dad juga nangis klo nonton film ini.
Film ini mengisahkan persahabatan 2 anak, Kevin Dillon dan Maxwell Kane. Kevin Dillon lumpuh sejak lahir dan terpaksa sekolah menggunakan tongkat sebagai alat bantu berjalan. Tapi, Kevin memiliki otak yang sangat cerdas, dia sangat pintar di sekolah terutama pelajaran fisika. Karena itu, Kevin ditunjuk gurunya untuk menjadi guru pribadi bagi teman sekelasnya Maxwell Kane yang memiliki kelemahan dalam bidang pelajaran. Maxwell Kane bahkan sulit membaca dan dideskripsikan dalam film ini, tidak punya buku. Maxwell, sangat berbeda dengan Kevin, merupakan anak yang berbadan besar, tapi sangat pendiam dan tidak pernah bergaul, dia sering menjadi bahan ejekan teman-temannya di bis sekolah dengan kata-kata “He has no brain” karena dianggap sangat bodoh. Apalagi dengan kondisi keluarga Max dimana ayahnya seorang narapidana, ibunya telah meninggal, dan dia dirawat oleh neneknya (keadaan keluarga yang ekstrim, hmm).
Dengan bijaksana, Kevin melakukan pendekatan dengan Max yang berwajah sangar. Untuk pertama kali, Kevin menghadiahkan sebuah buku mengenai cerita King Arthur yang merupakan kesukaan Kevin kepada Max (btw, aku juga suka banget kisah king Arthur :p *sekilas info*). Dan uniknya, ternyata Max dan Kevin bertetangga. Sejak saat itu, mereka semakin dekat, melakukan banyak hal luar biasa yang tidak pernah dilakukan max ataupun Kevin sendiri sebelumnya, mengerjai anak-anak nakal, menonton kembang api, masuk ke dalam tim basket sekolah, dan bahkan Kevin membantu Max membuktikan bahwa ayahnyalah yang membunuh ibunya. Max selalu menggendong Kevin kemanapun mereka pergi. Mereka seperti otak dan otot yang tadinya terpisah dan kemudian bergabung dan menjadi sangat kuat dan pintar.
Suatu hari Kevin dan Max berjalan-jalan melewati sebuah pusat penelitian (bagian ini sangat berkesan bagiku). Kevin bicara pada Max, kira-kira begini “Kau tau apa yang sedang mereka kerjakan? Mereka sedang membuat sebuah tubuh baru untukku.”
Suatu hari, saat makan siang, Kevin tiba-tiba tersedak dan pingsan di sekolah. Max segera membawa Kevin ke rumah sakit. Kevin dirawat untuk beberapa hari dan akhirnya meninggal. Sejak saat itu keluarga Kevin pindah rumah. Max tidak mau menghadiri pemakaman Kevin. Max tetap mempercayai bahwa Kevin hanya sedang mengambil tubuh baru yang dibuatkan untuknya, dan suatu hari dia akan kembali. Max tenggelam dalam kesedihan beberapa saat tapi kemudian dia sadar dia harus bangkit. Max menyelesaikan membaca buku King Arthur. Dia mengambil mainan pesawat terbang yang dibuat Kevin dan berhasil memperbaikinya hingga bias terbang lagi. Kemudian dia ingat kata-kata Kevin “Suatu hari, kau harus bias menulis bukumu sendiri” dan untuk pertama kali, Max akan menuliskan kisah “Freak, The Mighty”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s