Kita Ketahuan (18+)

Standar

CD player di kamarmu masih mengalunkan Claire da lune, mengisi kekosongan diantara nada-nada dengkurmu yang membuatku tetap terjaga. Malam telah begitu larut, namun tak sanggup melarutkanku seperti kamu. Aku menemukan posisi yang sempurna untuk menikmatimu. Kusandarkan kepalaku di bahumu yang kekar, mengawasi sinar bulan yang merangkak melalui jendela yang tirainya disibakkan angin, menari-nari membentuk kilau keperakan di dadamu yang telanjang. Mataku merekam setiap detil geliatmu. Telingaku mendengar seksama desah nafasmu yang berisik. Hidungku menghirup aroma tubuhmu yang maskulin. Aroma rumput segar yang baru dipotong, parfum milikmu yang paling aku suka. Ada sebentuk senyum di sudut bibirmu. Hey, kemana saja kau bertualang pangeranku? Adakah aku dalam mimpimu?

Kenyamananku seketika buyar oleh suara mobil masuk yang kemudian diparkir di halaman depan, diikuti suara bunyi klik, kunci pintu dibuka serta langkah-langkah kaki memasuki pintu depan. Itu orang tuamu yang kau bilang sedang dinas ke luar kota dan seharusnya baru pulang besok siang. Owh, mereka akan segera menemukan pakaianku dan pakaianmu di tangga. Mati kita!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s