Komet

Standar

: Langit semesta yang maha luas, kuharap aku sebuah komet

Bila mungkin kulalui lintasan yang lebih panjang dalam orbit lonjongku untuk meneropong seluruh ruangmu yang maha luas. Mungkin cukup sekali dalam 76 tahun seperti Lord Halley, atau sekali saja seumur orbitku yang singkat, yang hampir kiamat. Orbitku tak lagi beraturan, seiring mendekatnya black hole padaku, oh bukan, tampaknya aku yang sedang mendekati black hole.

Kerjaku apa, ya? Aku lupa. Hanya berputar-putar saja di lintasanku, dan semuanya pasti terlihat olehmu. Menyebalkan! Semua ini karena kau merengkuh setiap jengkal bahkan yang termungil dari semestaku yang kecil. Andai ada sebuah lubang cacing disini hingga aku bisa terdampar ke dimensi lain. Huh, tapi dimensi lain itu tetap saja ada dalam rongga mulutmu. Percuma, aku tak bisa berbuat apa-apa.

Memang bukan salahmu kalau ada begitu banyak galaxy di perutmu. Galaxy saja banyak, apalagi komet seperti aku, lagipula aku terlalu kecil untuk disebut……. eh, benarkah aku komet? Jangan-jangan bukan. Aku cuma Asteroid? Bukan. Meteorit? Bukan. Batu? Kerikil? Bukan. Debu? Ah ya, debu sepertinya lebih sesuai denganku. Sekarang aku jadi ragu apa aku benar-benar terlihat olehmu di lintasanku yang…. yang…. Oh tidak, jadi selama ini aku tidak punya lintasan? Aku cuma melayang-layang tak beraturan di ruang hampa ini dan…… dan….. i.. itu…. itu…. black hole…. a… aku… aku… mulai…. terhi.. terhisap.. ke… ke… aaaaaaarrrrgggghhhh…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s