Tentang Mimpi di Malam yang Berantakan

Standar

(Penantian versi Prosa)

Duet with Cahya

Aku tak berdaya hentikan malam mengikisku. Mengikatku dalam jerat kaku. Hanya mimpi tentang pelita yang berusaha kugenggam di tanganku yang gemetar. Berharap berkasnya segera menghampiriku, mengisi kehampaan relung-relung jiwaku yang kutinggalkan di gigil senja. Memenuhinya dengan sisa-sisa sinar redup lentera hidup.

Aku masih termangu melintasi waktu. Terbata dalam parauku, lirih menghitung jejak bintang yang kini biasnya perlahan mulai samar dihembus fajar.

Satu, dua, sepuluh, mungkin dua puluh lima, seratus dua belas atau 1.734. Akankah kerlipnya kembali? Setelah fajar melahapnya, nanti saat senja berulang kemudian berlalu. Memaksaku untuk menunggu.

Pagi sesatkan embun di sela rerumputan. Menyanderanya dalam hangat mentari, memaksanya berkisah tentang petualangan semalam. Ketika tadi dia berjuang melebur dingin malam dengan hangat pagi yang menandai pergantian hari. Memberiku sejenak angan untuk beranjak. Lepas dari jerat penat malam yang sesaat tadi memuncak. Melonggarkan ikatan untukku bergerak. Meninggalkan noda ruam dan darah yang serupa bercak.

Ingin sekali aku lari dari senyap pilu yang menghantuiku. Nanti, tepat sesaat setelah cahaya gugur dalam peraduannya di sebelah barat. Karena sungguh aku tak sanggup sembunyi dari pekatnya yang selalu kembali. Untuk memasungku lagi, memaksaku mengeja satu per satu kerlip di kolong atapnya hingga mentari menyamarkan bias yang tak pernah selesai kuhitung.

Ah, masa…. Entah kapan akan datang menyapa. Membawaku yang telah sekarat oleh dusta. Dan mengantarku pada semesta, karena entah sampai kapan, aku sanggup berjelaga.

3 thoughts on “Tentang Mimpi di Malam yang Berantakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s