Skinny Fish Project – The Long and Winding Road

Standar

Halooooo epribadi. I’m back. Hehehe.. Okeh, setelah sekian lama, mari kita isi kembali kategori TIP’er is not easy.. yuuukkss….

Eniwei, it’s about one of my agroindustrial project… as usually… yah, seperti biasanya, aku mengerjakan project ini bersama dengan tim. Setelah kerja keras sejak sekitar 1,5 tahun lalu, Finally…. Finally…. and owh… Finally…. Kami berhasil menjuarai PSFAA Sampoerna Fondation Business Plan Competition 2010… Horeeeee…… huhuhu.. hiks.. hiks… terharu sangat nih.. hehhee… T.T ^_^

Wkwkwk… lebay geje beneran deh… sama kek judulnya… hihihi…

Klo penjelasannya mengenai bisnisnya sudah aku jabarkan dalam executive summary yang aku post sebelumnya yah. Sekarang aku mau cerita dikit tentang sejarahnya.

Ini dimulai dari suatu malam di masa KKN di desa Batursari Temanggung yang sungguh indah nan elok, aku berbincang dengan seorang teman satu sub unit/satu rumah, namanya indra, dia sekaligus juga menjabat sebagai kormanit (koordinator mahasiswa unit), pemimpin di unit kami. Karena aku pada masa itu menjabat sebagai kormabid (koordinator mahasiswa bidang) untuk cluster agro maka kami sering menghabiskan waktu untuk berdiskusi mengenai program2 unit di bidang agroindustri (selain kami kebetulan adalah teman dekat). Dari pembicaraan ngalor ngidul (bahasa jawa = ke utara ke selatan / kesana kemari), kami membicarakan banyak hal tentang agroindustri mulai dari kopi, jamur, lobster, belut, kulit dsb dsb. Muncul banyak ide project yang kemudian terealisasi pasca KKN walaupun gak semuanya berhasil. Waktu itu kami pernah coba project kopi, jalan, tapi belum sempat ada hasilnya, kami udah berhenti, bukan karena menyerah, tapi karena waktu itu ada hal yang kami prioritaskan dulu, jadi sementara kami pending dulu. Begitu juga dengan lobster air tawar. Berbeda dengan yang lain, project yang masih tetep dipikirin, walaupun dikit2, secara waktu itu aku nyambi kerja, indra juga nyambi skripsi adalah penyamakan kulit ikan dengan memanfaatkan limbah kulit ikan industri fillet di benoa (penjelasan detailnya di eksum yah).

Waktu itu sebelum aku ke bali, kami sempatin deh berpetualang ke BPKKP buat cari ilmu dan nemui orang2 ahlinya. Yah, pokoknya, sector ini sempat kami ubek2 dari awalnya kami gak tau apa2 sampe tetep gak tau apa2… hahaha… becanda.. sampe yah… bisa bergumam sedikit.. “Jadi begitu ya?? Hmm…”

Lanjut.. finally aku harus ke Bali buat kerja, dan disanalah, aku mulai bertualang, ikut pelatihan yang waktu itu diadakan di Bali, dan aku akhirnya berkenalan dengan Bapak Satwika, beliau ini ahli kulit, dan akhirnya dengan segala bujuk rayuku (becanda dink), beliau sudi (cieh.. bahasanya sudi… bersedia gitu kek) membantu kami untuk menjadi pembimbing. Di Bali ini, aku merekrut satu orang untuk masuk sebagai tim yaitu temen sma aku Mande yang membantu aku melakukan eksplorasi (mirip2 dora the explorer) atau istilahnya ngeceng sambil jalan2 ke pelabuhan Benoa Bali. Kami bertiga, Aku, Indra, dan Mande berencana untuk mengikuti salah satu kompetisi bisnis yaitu IEC (ITB Entrepreneurship Challenge), namun, karena sesuatu dan lain hal yang tidak kami ketahui, pada tahun tersebut, panitianya ternyata menunda acaranya sampai ke batas waktu yang belum ditentukan. Akhirnya, kompetisi akan diadakan di tahun berikutnya. Indra sudah tidak available untuk ikut lomba karena dia sudah menjuarai kompetisi tahun sebelumnya, dan dia pun merekrut dua anggota tim lagi yaitu adik2 kelas kami Rudi, dan Lukman. Ruang waktu itu kami gunakan untuk belajar lebih dalam, berkonsultasi, bertanya sana-sini, dan lain sebagainya.

Akhirnya, jerih payah kami membuahkan hasil, proposal bisnis masuk ke 20 besar IEC, kemudian 10 besar, kami berangkat ke Bandung untuk acara final daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnn…………. Tidak menang….. hahahaha… hiks.. T.T Sempat bikin depresi yang lumayan parah dah. Masing2 merasakan kepedihan yang mendalam.

Tapiiiiiiii……… kami tidak menyerah. Proposal bisnis itu kami perbaiki lagi dan kemudian kami sertakan dalam PSFAA Sampoerna Fondation Business Plan Competition 2010 dan, setelah pengumuman finalis yang sempat diundur dan bikin makin dag dig dug, akhirnya, kami masuk 5 besar dan go to Jakarta for the final dan setelah presentasi yang kami lakukan, berusaha sangat meyakinkan juri. Akhirnya…. Kami juara… berhasil.. berhasil.. berhasil.. horeeee….. hahaha… T.T ajuw… terharu lagi nih..

Anyway we won 25 million rupiahs dipotong pajak. Dan, huff… perjuangan ternyata baru dimulai. Yeah, setidaknya jalannya bisa lebih mudah, sementara ini kami sudah melakukan beberapa gerakan awal, mempersiapkan produksi dengan membeli mesin, membuat sampel baru, dan lain2 yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Anyway again, kami bahagia banget lah pokoknya. Tapi, masih harus tetap berjuang. Oke, thank u for visiting my blog yah. Semoga artikelku dapat menginspirasi. Keep coming!! ^^

Mau narsis dikit, hehehe, nyertain foto2 nih..😛

25 jeti booookkk

sangat menggembirakan sekali pada hari itu.. hiks.. *lagi2 terharu*

lusuh tapi tetep narsis ^^

sempet2nya yah... gaya2an walaupun cape banget... ^^

3 thoughts on “Skinny Fish Project – The Long and Winding Road

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s