Dermaga Tak Berangin

Standar
dermaga

dermaga

Musim dingin ini takkan lebih beku dari sauhku. Telah begitu lama ia menghujam dasar pasir dermaga rindu, remukkan setiap angan pelayaran, sampai puingnya hilang dihempas topan. Rantainya pun mengayun ringan, pamerkan kuasanya sebagai penjara sekalian niat untuk berangkat, memasung semua harap tepat di sisi-sisinya yang berkarat.

Geladak kapalku termangu gagu, berkhayal tentang riuhnya tarian proletar yang dipentaskan gadis-gadis bertopi lebar. Kabin tak berpenghuni menyuguh seikat edelweiss di tepi jendela, daun-daunnya berderak serak, tak peduli betapa inginnya ia berteriak, menagih janji kembalinya mimpi-mimpi yang sekarang penuh kerak, setelah ternoda bentangan jarak.

Kain layar baru tergulung anggun, menyimpan rapi perkasanya untuk masa yang tak jua tiba, tangguhkan semua rencananya berkelana bersama angin, arungi Formosa dan Bermuda. Wangi pelitur tiang kapal mulai samar, tertutup aroma petualangan dari kepakan sayap-sayap camar, tak henti mencibir pada sekoci yang tergelak-tersedak ombak, berteman pelampung-pelampung konyol yang tak pernah selamatkan siapapun.

Adalah kompas yang tertinggal saat para kelasi terburu berkemas, jarumnya menunjuk arah di atas peta berlingkaran merah bernama negeri antah berantah. Namun nahkodaku tak pernah mengambil alih kemudi. Kapalku pun bergeming, digaulinya hening, bersama cahaya mercusuar yang berputar, menyoroti dayung-dayungnya yang tak kunjung bergaram.

 

2 thoughts on “Dermaga Tak Berangin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s