Percakapan dengan Senja (My Second Poem in Gagas Media Blog)

Standar

duet with Imam Surya Budi

Hari perlahan berubah, senja.
Tak peduli seberapa kerasnya mentari meronta. Kau tetap
harus mengantarnya kembali ke peraduan.

Senja, bersama secangkir teh yang sama jingganya dengan
alunan Crepusculo Debussy yang terdengar seperti lullaby
Seperti paksamu pada mentari, rupanya ada
yang berniat mengusirku dari semesta

Apa kau sudah tak ingin bersamaku?
Mungkin terlalu banyak rahasia yang kita bagi bersama
aku lupa menyisakannya untuk esok sedikit saja

Kenangan-kenangan berulang cepat seperti rol film yang diputar:
Saat aku menemuimu dengan pipi bersemu merah jambu, dan
lengkung senyum yang memasung nafas kita. Atau saat gerimis
mengiringi tangisku yang perlahan pecah

Kini aku menemuimu lagi dengan seperlima potongan rembulan yang
tak sengaja memutus nadi.

visit this link to rate and put comment ya…😀
thank u for visiting my blog..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s