Bolehkah Aku Menunggu (Akrostik)

Standar

Riak-riak hujan, padamu
Aku ingin berbincang tentang kekasih yang
Hidup abadi dalam ingatan
Mungkin ditemani sekotak coklat
Atau denting-denting
Norstradamus yang memikat

Demi separuh musim yang berlalu penuh
Elegi serta gerumulan
Sajak-sajak kerinduan
Yang tak terselesaikan

Aku bersumpah masih ingin menunggu dengan begitu
Naif, tak peduli asaku makin remang dan
Temaram. bagaimanapun
Aku ingin menunggu

Yogyakarta, 10 Januari 2011 pukul 23:11
– Ary Dharmayanti –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s