Kunang-Kunang di Gellinang Mataku

Standar

Kunang-Kunang dari matamu itu suka terbang di atas kolam tempat aku sering duduk di tepinya. Kadang-kadang berenang ke dasarnya. Sesekali juga menyelam di gelinang mataku dan bertelur di sana. Hanya beberapa detik saja, telur kunang-kunang itu menetas menghasilkan bermacam rupa. Ada kesepian yang senang menari berputar-putar di kepala. Ada juga rindu berwujud berudu yang saat menggeliat selalu mencambuk-cambuk kelopak mataku dengan ekor panjangnya. Aku menangis berkali-kali. Mereka pun menggelepar keluar bersama air mataku.

Kutangkap seekor dan kutelan kembali ke perutku. Kupelihara beberapa waktu sampai ia berubah menjadi katak, melompat lewat kerongkonganku dan menjelma sebuah puisi tentang lindap matamu.

Yogyakarta, 21 Maret 2011
– Ary Dharmayanti –

2 thoughts on “Kunang-Kunang di Gellinang Mataku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s