Lumpia Pisang Cokelat

Standar

duet with Hugeng Satya Dharma

H :
Coba ceritakan padaku, cucu, tentang lumpia pisang buatanmu. Aku tahu, kau melapisinya dengan taburan coklat dan keju, agar rasanya nanti membuat orang lupa kisah sedih di masa lalu.

A :
Baiklah, kakek. Aku akan bercerita.
Pisang serupa kasih wangi indahnya kampung halaman. Kisah-kisah bahagia yang pejal dan tak kan terlupa. Kemudian di atasnya kutaburkan butir-butir keceriaan cokelat yang akan mengingatkan segala kenang keceriaan masa kecil. Permainan riang bersama sahabat dan aroma petualangan yang menggelitik. Semua kenikmatan itu kukemas rapi dalam adonan dadar kulit yang gurih, kulipat dan kupastikan seluruh keindahan itu akan sampai padamu. Tak kan kutoleransi sedikitpun kebocoran. Kumatangkan semua kenang itu dalam wajan dan minyak panas, agar saat menikmatinya nanti, kau tak akan lupa pada kedewasaan, pada kematangan hidup, yang gigih mengukir kerut-kerut bijaksana di raut wajahmu. Kemudian sebagai sentuhan akhir, kuserutkan keju, untuk mengabarkan begitu lembutnya sayangku. Kakekku tercinta🙂

H :
Aku suka, cucu, selalu suka
Kau dan lumpia pisang
Juga kasih sayang
Pantas kalau orang-orang begitu senang

Jakarta & Bali 16 Mei 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s