Mei

Standar

Biar kutebak, kira-kira apa yang akan kau bawa kali ini. Pada kedatanganmu yang sudah begitu dekat ini. Mungkinkah sebuah hati baru? Seperti tradisi kedatanganmu sejak empat musim lalu. Mungkin sekilas kenang, sebuah pikir, pengingat mimpi-mimpi lama yang tersingkir.

Aku digerus waktu, Mei. Sementara kau mencuri umurku satu per satu. Membawa serta segerombol pemburu bersamamu.

Hutan tempat aku menyepi, kaujelma ladang perburuan. Mei, aku letih berlari. Membawa duapuluhempat luka panah di kaki, aku tak sanggup berdarah lagi.

Mei, saat kau datang lagi nanti, bawakan aku seorang pengelana, juga secawan air dari telaga mimpi sucinya untuk menggantikan darahku.

Lalu biarkan dia memiliki jantung dari jasadku

Yogyakarta, 3 Juni 2011 pukul 20:51
– Ary Dharmayanti –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s