Mengulum Hujan Sampai Kapan

Standar

Di rintik gerimis yang lentik
Ada gemuruh menderu
Meluapkan pilu

Aku masih senyap
Merona di antara jingga dan gelap

Ketika itu
Ketika kudapati gerimis tak jua henti
Tak sesegera langkahmu berlari
Atau mengendap-endap pergi?

Jejak gerimismu masih tertinggal
Tapi hujan kaubawa serta
Aku bertanya-tanya

Masih ada seberapa banyak
Hujan yang mungkin kautabur lagi
Setelah seluruh desember kaupenuhi

Seberapa banyak
Hujan yang bisa kaukulum sendiri
Tanpa banjiri pelupuk matamu di sana-sini
Seberapa banyak?

Senja ingin sedikit kaubagi

Yogyakarta, 23 Desember 2010 pukul 15:32
– Ary Dharmayanti –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s