Pada Tubuh yang Kucumbu dengan Cemburu

Standar

Ary Dharmayanti, Ria Aprilia, Fany Cahya Ningtyas

Di setiap inchi permukaan kulit pesakmu yang sedang kujelajahi ini. Aku mengendus begitu banyak nafsu, entah nafsu pada apa, atau kepada siapa, atau mungkin sebenarnya bukan pada apa-apa atau kepada siapa-siapa. Mungkin hanya dugaanku saja.

Tapi ada begitu banyak jejak disitu, sayang. Di lembar terbuka atau di sudut-sudut keriput kulitmu yang tak lembut, ada sekeranjang kenang, selaksa kecupan, dan rindu-rindu yang pernah bermekaran.

Pun sedari tadi hidungku serasa tertusuk-tusuk aroma ingatanmu tentang gadis-gadis, yang manis, entah semanis gula, atau madu, atau permen cokelat yang tadi kau suapkan ke bibirku.

Sumpah! Ingin kucumbu alismu yang selebat ulat bulu. Lalu kupermainkan bola matamu yang tergantung di kelopaknya itu, setelah sedari tadi aku diperdaya olehnya. Aku, bayanganku telah diputar-putarnya disana, dibawanya ke kiri, ke kanan, timbul, tenggelam.

Dan kau tau, sayang? Aku, entah akan jadi korban cintamu yang keberapa. Aku rela, sungguh. Tapi bolehkah kutinggal jejak serupa kecup saja? Walau aku tak tahu tempat kubisa meninggalkannya.

Dimana?

Yogyakarta, Bandung, Tegal
26 Februari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s