Pear-L

Standar

“Kau benar-benar mau pergi, Lyne?”

Aku terkejut melihat Virgo yang tiba-tiba saja muncul di beranda belakang setelah sesaat lalu aku melamun. Nafasnya terengah-engah, kuduga dia berlari ketika menuju kesini dari halaman depan. Tak ingin membuatnya senang karena berhasil mengejutkanku, aku berusaha menjaga ekspresi wajahku tetap datar, tersenyum kecil, kemudian menanggapinya dengan nada suara yang kubuat sangat santai.

“Bukannya tadi sudah kujelaskan di telepon? Eh, ngomong-ngomong, kau berantakan sekali. Kau dari mana sih?”

Aku mengikik geli memandangi Virgo yang kelihatan sangat berantakan dengan kemeja dan celana panjangnya yang penuh noda oli.

“Tadi sepulang dari Laboratorium mobilku mogok di jalan, hanya sekitar 2 kilometer dari Laboratorium, aku sudah mencoba memperbaikinya tapi tak berhasil. Untung saja aku bertemu professor Han yang berbaik hati meminjamkan aku ponselnya untuk menelepon mobil derek dan mengantarku kesini, ponselku mati kehabisan baterai.”

Aku tersenyum lagi.

“Jadi kau dengar ceritanya dari professor Han? Lalu kau juga meminjam ponselnya untuk meneleponku? Begitu? Ada-ada saja.” Aku kembali tertawa geli.

“Apa boleh buat? Ini kan keadaan darurat. Iya, tadi beliau yang memberitahuku”

“Dan itu juga sebabnya kau cepat sekali muncul disini, hanya sesaat setelah kau meneleponku. Karena tadi kau tadi sudah di jalan menuju kesini, ya?”

“Kau senyum terus, seperti tidak merasa bersalah saja” Virgo cemberut.

“Karena belum memberitahukan padamu? Bukannya tadi sudah?”

“Setelah kutanya”

Aku kembali tersenyum

“Apa Professor tidak mengatakan bahwa aku baru saja memutuskannya hari ini? Aku juga baru akan mengurus administrasinya besok pagi. Sebenarnya aku berencana memberitahumu sore ini sambil mengajakmu makan es krim, tapi kau sudah lebih dulu meneleponku”

“Kau tak pernah cerita soal ini sebelumnya”

“Sudahlah, aku tak ingin ribut-ribut dengan urusan seperti ini. Sekarang, kau ganti baju saja, pinjam baju kak Ethan, lalu kita pergi makan eskrim, nanti sekalian kau kuantar pulang”

Virgo melengos sambil berlalu menuju ke kamar kak Ethan. Aku selalu merasa geli sekaligus suka melihat ekspresinya setiap kali dia ngambek atau merajuk tapi tetap menurut padaku.

—————————– bersambung

ini teaser buat entah cerbung atau novel.. yah.. tunggu aja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s