Pencuri (2)

Standar

Semalaman ini aku mencarinya kemana-mana
Di kolong meja
Di lembar-lembar surat cinta
Di gaung-gaung tawa

Aku pun sudah bertanya pada aroma hujan yang kau tinggalkan di handukku tadi sore

(Hujan, ketukan pintu, kau yang kuyup, dua mangkuk sup, teh hangat, dan tawa
Lalu jarum jam yang tadinya berlari marathon tiba-tiba saja jadi malas bergerak
Hening, hening, hening, hening yang kesekian
Kau pamit pulang
Surat cinta di kolong meja)

Aku benar-benar sudah mencarinya
Tapi tak kutemukan dimana-mana
Benarkah kau curi?
–Hatiku

Yogyakarta, 13-1-2011
– Ary Dharmayanti –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s