Satu Seni (Terjemahan Puisi One Art by. Elizabeth Bishop)

Standar

kehilangan

Diterjemahkan oleh : Juniar Hendrik William Lumankum

Ada seni pada kehilangan dan menguasainya tidaklah susah;
demikian banyak hal mengandung niat
untuk kehilangan sehingga hilangnya bukan musibah.Cobalah kehilangan sesuatu setiap hari. Peluk sang gundah
atas hilangnya kunci pintu, menit-jam sia-sia terlewat.
Kehilangan adalah seni dan tak sulit diasah.

Kemudian kehilangan lebih jauh, lebih laju, latihanlah:
tempat dan nama-nama, dan tujuan awal kau berangkat.
Semua ini takkan membawa musibah.

Kuhilangkan arloji Ibu. Dan lihat! hilanglah rumah
terakhir, atau sebelum terakhir, dari tiga rumah kucinta sangat.
Kehilangan adalah seni dan tak sulit diasah.

Aku kehilangan dua kota, setiapnya indah. Dan ranah,
yang lebih luas milikku, dua sungai, satu bentangan darat.
Kurindukan semua, tetapi itu bukan musibah.

— Bahkan kehilanganmu (nada gurau, gerak-tingkah
yang kucinta) takkan kuberdusta. Jelas kasat
seni kehilangan tidaklah begitu sulit diasah
meski mungkin tampak bagai (Tulis!) bagai musibah.

Note : karena terjemahannya om sam keren banget, minta ijin buat post di note… thanks so much om sam.. udah mau memenuhi permintaanku…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s