Senja, labuhkan kecupku (Prose version)

Standar

Senja mendudukkan kita bersebelahan di tepi pantai. Merahnya melunturi permukaan air laut yang beriak-riak di wajahmu. Menemani sesabit senyum dan Twilight Leona Lewis. “I could stay here forever with you at twilight.”

Desir angin melengkapi irama kepak camar. Hembusannya berkeliling liar, menyusupi celah-celah antara jemariku dan jemarimu yang kita katupkan satu per satu. Perlahan, sampai kehangatan memenuhi seluruh udara.

Aroma garam jadi samar-samar, diganti harum napas dari wajahmu yang mendekat. Senja mulai gugup, kudengar jantungku kencang berdegup, bagaimanapun tak kan kutunda sebuah kecup.

Yogyakarta, 10 Januari 2011 pukul 9:35
– Ary Dharmayanti –

Ini versi puisinya yang udah lama sekali :

Senja, labuhkan kecupku

Senja merah
Air laut seakan berdarah
Sewarna bibirmu merekah
Senandungkan rindu di atas pasir basah

Kita memilin udara dalam rajutan jemari
Membagi hangat dan mengisi kekosongan hari

Kemudian, senja melabuhkan kecupku di pipimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s