Surat Biru

Standar

Sayang,

Sudah lewat beratus malam

Detik-detik bergulir mirip

tetes amarah dan gelisah yang entah

dingin menusuk

bukan panas atau membakar seperti seharusnya

 

Mungkin yang lebih membekukan adalah kerinduan

kenang yang datang bergelimang

menyapa di malam dan siang

pun muncul di beberapa senja

menggelayut manja

 

Sementara kesepian adalah sebaliknya

Mereka gemar meracau

mengetuk-ngetuk kepala sampai kacau

mengaduh

riuh

Tak habis sejuta gaduh

 

Kemudian malam dan aku semakin lelap

Dalam kebekuan

Dalam kegaduhan

 

Yogyakarta, 1 April 2011

– Ary Dharmayanti –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s