Hujan

Standar

rain_0

pernahkah kau bertanya?

pesan apa yang berusaha disampaikan oleh

hujan yang riuh mengetuk kaca

dari seberang jendela

 

mungkinkah ia meronta memintaminta

masuk untuk ikut membentuk ringkuk

pada lekuk selimutmu

yang basah serupa dirinya

oleh air mata

 

lalu apa bedanya?

pergi berhujan di jalanan dengan

menyimpan rindu yang kian menderas di

pelupuk mata

 

sebab rindu sama seperti hujan

relungnya begitu dingin

Singaraja, 19 Desember 2012

– Ary Dharmayanti –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s