Membasuh diri dan menyalakan kompor sepulang bepergian

Standar

1433413323

24 Oktober 2012, 01.55

Bekerja lembur malam ini cukup membosankan, sepertinya saya kehabisan inspirasi dan perlu mencari cara untuk kembali mendapatkan rasa nyaman, menulis sepertinya menjadi pilihan yang menarik.πŸ™‚

Saya berasal dari Bali, ada sebuah tradisi unik di sini yang mungkin tidak dikenal banyak orang. Akan saya ceritakan.πŸ™‚

Di kampung halaman saya, sepulang dari berpergian dan begitu tiba di rumah, seseorang tidak langsung diijinkan menyentuh apapun di rumah atau langsung beraktifitas, namun dianjurkan untuk pergi ke belakang lebih dahulu, biasanya ke sumber air, entah kamar mandi, atau kran, dan disarankan untuk membasuh diri, yaitu muka, tangan dan kaki, kemudian pergi ke dapur dan menyalakan kompor, kemudian mendekatkan telapak tangan ke api sebentar, dan kembali mematikan kompor. Setelah melakukan ini, barulah seseorang diijinkan kembali beraktifitas di rumah.

Tradisi ini terutama ditekankan untuk para ibu yang memiliki anak yang masih kecil atau balita, biasanya tidak diijinkan menyentuh anaknya sebelum melakukan kebiasaan di atas.

Saya sendiri sering mengamati ibu saya dengan sangat tertib menjalankan tradisi ini ketika adik-adik saya masih kecil. Sebelumnya saya berpikir betapa anehnya tradisi ini, sampai saya mengerti bahwa tradisi ini sebenarnya begitu bermanfaat.

Sewaktu berpergian ke luar rumah, bertemu banyak orang, mengunjungi banyak tempat, dan melakukan berbagai aktivitas, akan banyak potensi kotoran atau kuman yang mungkin saja melekat di badan. Karena itu, penting sekali membasuh diri sepulang dari bepergian, agar tubuh kembali bersih dan aman dari pengaruh buruk kekotoran. Air akan membantu membersihkan kotoran-kotoran fisik serta sebagian kotoran biologis (kuman) yang melekat di badan. Kemudian mendekatkan telapak tangan ke api yang panas akan membantu membunuh sisa-sisa kuman yang tidak hilang dengan air.

Terlebih untuk para ibu yang memiliki balita, membersihkan diri sangatlah penting dilakukan sebelum kembali berdekatan dengan anak-anak, karena tentunya balita lebih rentan terhadap pengaruh buruk kotoran dan kuman.

Sayang sekali tradisi ini sekarang sudah jarang dilakukan, padahal tradisi ini sangat penting. Saya beruntung, keluarga saya di rumah senantiasa mengingatkan saya melakukannya. Sebelumnya saya sering malas melakukannya, tapi sekarang saya berusaha untuk selalu melakukanya, bahkan tidak hanya membasuh diri dan menyalakan kompor, saya juga sering mengganti pakaian saya setelah berpergian.

Ingin mencoba tradisi ini?πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s