Ilusi Puisi

Standar

cinta

Akan seberapa jinggakah hari ini?
Usai kau membaca sebuah puisi

Matahari masih terbit dari timur
Melebur geming embun
di ujung-ujung daun
Pun melebur mimpimu tentang aku
atau kenangan

Bukankah setiap hari selalu begitu?

Ah, sayang
Kau saja yang melihatnya berbeda
Karena emosimu kupermainkan di sana
Dalam sederet kata-kata
Bentukan rima
Hasil karya logika
Yang menyamar (jadi perasaan atau semacamnya)

Padahal semua biasa saja
Padahal semua sebagaimana mestinya
Padahal tidak ada yang istimewa.

Lalu kau berpura-pura ada wajahku dalam cangkir tehmu
Lalu kau berpura-pura aku sedang begitu memikirkanmu

Padahal aku, sayang
Sedang menulis puisi
Tentang senja
Rintik gerimis
atau malam dengan rindu yang mengharu biru
Untuk lebih menenggelamkanmu lagi
dalam (ke)pura-pura(anmu)

Padahal di pikiranku
tidak ada kamu
tidak ada rindu

Padahal tidak ada kita
apalagi cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s