A Gamya

Standar

p-588069-psatgv8e8v-11

Semua yang kulihat pagi itu adalah cahaya matahari berwarna oranye. Juga sebintik senyum milikmu yang tak lebih hangat dari separuh cangkir teh hijauku. Menyapa bersama senyum-senyum lain yang telah memenuhi kantong bekalku dengan doa-doa. Meneguhkan semangat untuk berangkat dengan bus paling pagi. Mengantar mimpi menuju kenyataan.

Aku telah berulang kali melihat senyummu, di setiap halte tempat aku singgah menyandarkan lelah dan amarah. Kadang disertai belai ringan jari-jarimu di antara helaian rambutku (tempat aku sekali-sekali ingin menyesatkanmu).

Aku telah berulang kali melihat senyummu, tapi tak pernah terkesan seperti hari ini. Barangkali cinta sebenarnya tidak benar-benar seperti cinta. Barangkali cinta hanyalah sesuatu yang tak pernah pergi. Sepertimu.

Singaraja, 14 Maret 2015
– Ary Dharmayanti –

Rekaman Pembacaan Puisi bisa didengar di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s