Green Living – Mengelola Limbah Cair Rumah Tangga

Standar

greenliving1Rumah tangga menghasilkan limbah baik berupa limbat padat, limbah cair, dan limbah gas. Seperti halnya limbah padat, limbah cair perlu penanganan sebelum dibuang ke lingkungan. Perbedaan karakter mendasar dari limbah padat dan limbah cair adalah bahwa limbah cair akan sangat sulit atau bahkan tidak bisa dipisahkan setelah bercampur, karena itu pemisahan harus dilakukan sebelum limbah cair dibuang.

Untuk mengelola limbah cair, kita perlu memiliki beberapa sarana untuk menampung dan membuang limbah sesuai dengan karakternya yaitu :

  1. Sumur resapan, adalah sarana untuk membuang limbah cair yang berasal dari langit alias air hujan.
  2. Septik Tank, adalah sarana untuk membuang limbah cair organik atau limbah yang dapat terurai sendiri di lingkungan. Saluran pembuangan yang bisa dihubungkan ke septik tank ini adalah buangan dari bak cuci piring (dapur) dan pembuangan dari kloset. Jangan lupa untuk menggunakan sistem leher angsa pada kedua saluran ini untuk mencegah gas dari septik tank terlepas ke udara. Gas dari septik tank dihasilkan dari penguraian bahan-bahan organik oleh bakteri pengurai, gas ini dapat mengganggu karena beraroma tidak sedap.
  3. Saluran pembuangan akhir limbah cair ke got, yaitu sarana untuk membuang limbah cair yang tidak dapat dikelola sendiri karena mengandung banyak bahan kimia yang sulit terurai secara alami sehingga membutuhkan pengelolaan lebih khusus. Saluran yang menuju ke pembuangan ini adalah saluran pembuangan dari kamar mandi dan saluran pembuangan dari laundry room atau tempat mencuci pakaian. Usahakan untuk melengkapi muara saluran pembuangan ini dengan filter dari kawat (sebaiknya stainless steel) yang mudah dibuka dan ditutup, fungsinya untuk mencegah limbah padat (yang mungkin tidak sengaja terbawa) masuk ke got karena limbah padat bisa menyebabkan saluran air tersumbat, selain itu, filter juga bisa mencegah binatang seperti tikus dan kecoa masuk dan menyalahgunakan saluran pembuangan ini.

Berikut ini adalah cara-cara mengurangi dan mengelola limbah cair rumah tangga menurut karakternya :

1. Limbah Air Hujan.

Limbah air hujan biasanya berkapasitas besar, jadi wajar bila tidak semua limbah air hujan dapat dikelola sekaligus, namun setidaknya sebagian air hujan dapat diserap oleh tanah di halaman rumah kita untuk menjaga suplai air tanah. Caranya adalah dengan membuat sumur resapan di beberapa titik di halaman rumah, selain itu, kita juga harus memiliki parit parit di halaman yang terhubung ke pembuangan akhir agar air hujan yang tidak terserap sumur resapan dapat terbuang dengan baik dan tidak menggenangi halaman rumah. Sumur resapan, parit, saluran pembuangan akhir, serta got di rumah kita harus diperiksa dan dibersihkan secara rutin agar saluran air tetap lancar, bebas sumbatan, dan bersih sehingga tidak mengundang hewan-hewan parasit yang merugikan kesehatan.

2. Limbah Cair Organik

a. Dari bak cuci dapur

– Air Cucian Beras

Cara mengurangi limbah ini adalah dengan menggunakan perbandingan 1:2 sampai 1:3 untuk mencuci beras. Misalnya untuk 1 gelas beras, gunakan 2 sampai 3 gelas air untuk mencucinya. Lakukan pengulangan cukup 2 kali saja karena mencuci beras terlalu bersih dapat mengurangi nutrisi-nutrisinya. Limbah air cucian beras sebenarnya bisa dimanfaatkan. Tampung air cucian pertama untuk menyiram tanaman (khususnya bunga anggrek karena konon nutrisi air beras dapat membuat anggrek berbunga semarak) dan tampung air cucian kedua untuk membasuh wajah sebagai perawatan kecantikan untuk membuat wajah lebih halus. Jika tidak sempat melakukan keduanya, air cucian beras tetap aman dibuang ke bak cuci piring menuju ke septik tank.

– Air Cucian Sayur dan Buah

Cara mengurangi limbah ini adalah dengan menggunakan bantuan baskom untuk mencuci sayur dan buah. Rendam sayuran dalam baskom berisi air (anda juga dapat menambahkan cairan pencuci sayur dan buah), cuci bersih dari kotoran-kotoran yang melekat, baru kemudian bilas kembali secukupnya di air mengalir, cara ini akan lebih efektif, hemat air bersih, dan mengurangi limbah cair dibandingkan dengan mencuci bahan-bahan makanan langsung di air mengalir. Air limbah cucian bahan sayur dan buah dapat digunakan untuk menyiram tanaman atau bisa langsung dibuang ke bak cuci untuk berakhir di septik tank. Untuk membantu anda memisahkan limbah cair yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman, anda bisa menyediakan sebuah penampung (ember) khusus.

– Air Cucian Daging

Sama seperti cara mencuci sayuran dan buah (namun jangan menggunakan bahan pembersih), anda bisa menggunakan bantuan baskom untuk mengurangi limbah ini. Ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa air cucian daging maupun kaldu baik digunakan untuk menyiram tanaman karena mengandung banyak nutrisi organik, namun saya sarankan anda tidak menggunakannya karena hal ini bisa mengundang lalat, semut dan bakteri-bakteri yang bisa merugikan kesehatan, selain itu juga dapat menyebabkan bau tidak sedap. Limbah cucian daging sebaiknya langsung dibuang ke septik tank.

– Sisa Kaldu atau Kuah Masakan

Limbah ini sebaiknya langsung dibuang ke septik tank. Cara paling bijaksana untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan limbah ini adalah dengan menghabiskan makanan anda😀

– Sisa Minuman

Sisa air teh (yang tanpa gula) cukup aman untuk menyiram tanaman, sisa minuman lain misalnya kopi, susu, jus buah dan sebagainya sebaiknya dibuang ke septik tank. Cara terbaik mengurangi atau menghilangkan limbah ini adalah menghabiskan minuman anda. Perhatikan, jika anda suka minum kopi bubuk (atau kopi tubruk), sebaiknya anda tidak membuang ampas kopi ke bak cuci piring, melainkan ke komposter atau ke tempat sampah, ampas kopi bubuk adalah bahan yang sangat halus, lengket dan tidak mudah hanyut. Berdasarkan pengalaman saya, sisa ampas kopi bubuk ini sangat efektif menyebabkan endapan kerak di saluran air sehingga berpotensi menyebabkan pendangkalan, menimbulkan bau, dan menjadi habitat bagi banyak bakteri.

– Limbah Pencucian Piring

Untuk membuat limbah pencucian piring aman dibuang ke septik tank, gunakanlah cairan pencuci piring yang ramah lingkungan. Anda juga bisa mengurangi limbah ini dengan mencuci mengembangkan metode pencucian piring hemat air bersih. Hemat air bukan berarti berarti tidak bersih, dan boros air belum tentu berarti bersih. Sekali lagi, anda bisa menggunakan bantuan baskom air. Sebelumnya, lakukan pembersihan limbah padat (sisa makanan, dll) dari cucian piring, rendam perabotan kotor dalam baskom berisi air untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang melekat (anda bisa memisahkan rendaman berdasarkan kelompok-kelompok misalnya kelompok gelas dan piring desert, kelompok piring dan mangkok, dan kelompok panci dan penggoreng, dll), cuci berurutan mulai dari yang tingkat kekotorannya paling rendah (umumnya dimulai dari gelas, kemudian piring, kemudian panci), bilas dengan mencelupkan ke baskom berisi air sebelum dicuci di air mengalir agar lebih hemat air.

b. Dari kloset kamar mandi

Saya pikir tidak ada usaha reuse yang bisa kita lakukan dari limbah cair di tempat ini😀 tapi kita bisa mengurangi dan mengamankan limbah ini dari bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan. Limbah di tempat ini antara lain adalah sisa ekskresi, air siraman, dan bahan pembersih. Untuk menguranginya, anda dapat memilih menyiram secara manual dengan toilet shower ataupun gayung air daripada menggunakan flush ketika anda buang air kecil, karena terkadang air siraman yang dikeluarkan flush terlalu banyak dan cukup berlebihan untuk menyiram limbah buang air kecil. Untuk mengurangi bahan kimia dari pembersih masuk terlalu banyak ke saluran ini, caranya adalah membersihkan toilet lebih sering dengan hanya menyikat ringan dan menyiramnya saja. Membersihkan kloset lebih sering akan mencegah pembentukan kerak sehingga anda tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra ataupun bahan-bahan pembersih kuat untuk membersihkannya. Mengapa kita perlu meminimalkan masuknya bahan kimia (tidak ramah lingkungan) ke kloset? Bahan-bahan kimia yang masuk ke kloset akan menghambat pertumbuhan bakteri pengurai di septik tank sehingga menyebabkan septik tank anda penuh dan akan menyebabkan biaya serta banyak kerepotan lain untuk menyewa jasa sedot wc, karena itu sebaiknya kita mendukung dan memaksimalkan penguraian alami oleh bakteri di dalam septik tank dengan mencegah bahan-bahan berbahaya masuk ke septik tank.

3. Limbah Cair Anorganik

Limbah cair ini berasal dari kamar mandi dan laundry room/laundry area di rumah. Karena umumnya merupakan larutan bahan pembersih yang mengandung banyak bahan kimia anorganik, perlu penanganan khusus untuk mengolah limbah ini yang mungkin masih sulit diupayakan dalam skala rumah tangga. Limbah ini sebaiknya dibuang ke saluran akhir. Beberapa cara mengelola (termasuk mengamankan dan mengurangi) antara lain :

a. Limbah Cair dari Kamar Mandi

– Mengupayakan untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan.

– Lebih memilih mandi menggunakan shower atau gayung air daripada berendam di bathtub karena lebih boros air dan menyebabkan limbah semakin banyak.

– Menggunakan air bersih (jika memungkinkan, gunakan hanya 10-15 liter air untuk mandi) secara bijak, ingat kembali bahwa hemat air bukan berarti tidak bersih dan boros air belum tentu bersih.

– Bersihkan kamar mandi lebih sering dengan menyikat ringan untuk mengurangi penggunaan bahan pembersih kuat yang mengandung bahan kimia tidak ramah lingkungan.

b. Limbah Cair dari Laundry Area

– Jangan mencuci pakaian dengan kuantitas terlalu sedikit, cucilah pakaian dalam jumlah yang cukup (minimal 15 helai), agar tidak boros air, perbedaan penggunaan air dan detergent untuk mencuci 5 helai atau 15 helai tidak terlalu signifikan.

– Usahakan untuk menggunakan detergent yang ramah lingkungan (biasanya keterangannya terdapat pada kemasan)

– Tampung air rendaman cucian (yang kira-kira masih memiliki daya bersih) untuk mencuci sandal, lap pel, lap kompor, dll.

– Tampung air bilasan untuk mengepel lantai (jika tingkat kekeruhannya masih aceptable), atau gunakan untuk membersihkan lantai kamar mandi (daripada boros air bersih, kan?)

Sekian dulu catatan untuk mengelola limbah cair.

Next : Mengelola limbah padat organik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s