Green Living – Mengelola Limbah Gas Rumah Tangga

Standar

greenliving-e1349182295634Rumah tangga tidak hanya menghasilkan sampah yang berupa cairan atau padatan saja, tapi juga menghasilkan sampah yang berupa gas. Limbah gas ini ada yang bersifat merusak lingkungan, dan ada yang tidak. Sumber utama limbah gas dari rumah tangga adalah dapur, karena dapur bisa diilustrasikan sebagai sebuah pabrik dalam rumah tangga. Dapur adalah tempat diproduksinya makanan dari bahan mentah.

Asap yang dihasilkan di dapur umumnya mengandung bahan-bahan seperti ini :

  1. Karbon Dioksida (CO2)
  2. Uap Air (H2O)
  3. Karbon Monoksida (CO)
  4. Partikel-partikel padat yang terdispersi dalam udara

Karbon dioksida dan uap air adalah hasil dari semua pembakaran yang sempurna, baik dari pembakaran (proses memasak) bahan makanan, maupun pembakaran (oksidasi) dalam tubuh manusia ataupun hewan. Karbon Dioksida dan Uap Air ini tidak berbahaya bagi kesehatan, namun jika sirkulasi udara di rumah tidak baik, maka Karbon Dioksida dan Uap Air dapat menyebabkan suasana gerah (panas), dan juga mengurangi kandungan Oksigen sehingga menyebabkan pernapasan kurang sehat. Manajemen limbah gas berupa karbon dioksida dan uap air ini adalah :

  1. Miliki sistem sirkulasi udara yang baik di dapur, terutama di area dekat kompor. Jika anda tidak memiliki jendela besar di dekat kompor, gunakan sistem penyedot asap (exhaust) atau cerobong asap.
  2. Miliki pohon dan tanaman hijau di halaman rumah untuk mengolah karbon dioksida menjadi oksigen sehingga memberikan suplai oksigen untuk penghuni rumah dan mengurangi pembuangan karbon dioksida ke lingkungan

Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, atau tepatnya pembakaran yang kekurangan oksigen. Pembakaran tidak sempurna ini dapat disebabkan oleh kualitas alat atau tungku pembakaran, bahan bakar yang digunakan, maupun sirkulasi udara di tempat pembakaran. Sama seperti karbon dioksida dan uap air, karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun, gas ini sangat berbahaya dan sangat mematikan bila terhirup dalam kadar tertentu. Penyebabnya, karbon monoksida sangat mudah bereaksi dengan hemoglobin dalam darah yang secara langsung akan mengganggu metabolisme tubuh. Kematian karena menghirup karbon monoksida tidak dapat dikenali gejalanya dan sangat sulit dirasakan sehingga sulit dicegah, kematian ini sering disebut mati lemas. Bukan hanya berbahaya bagi manusia, karbon monoksida juga merupakan pelaku utama penyebab kerusakan lapisan ozon. Manajemen limbah ini adalah :

  1. Menghilangkan produksinya dengan secara rutin memeriksa, membersihkan, dan memperbaiki tungku pembakaran sehingga pembakaran tetap berlangsung secara sempurna.
  2. Menggunakan bahan bakar yang dapat terbakar lebih sempurna, disarankan lebih memilih bahan bakar gas dibandingkan minyak tanah ataupun kayu bakar
  3. Menjaga sirkulasi udara di rumah tetap lancar dan menanam pepohonan di halaman rumah untuk menghindari adanya resiko karbon monoksida sekecil apapun

Partikel-partikel padat yang terdisepersi dalam gas adalah koloid yang secara umum disebut asap. Kandungan partikel padat inilah yang menyebabkan asap makanan memiliki aroma, selain itu, asap juga dapat menyebabkan jelaga yang merupakan endapan partikel yang menempel. Partikel ini bukan hanya bisa berasal dari bahan makanan namun juga bisa berasal dari bahan bakar yang digunakan, ataupun bisa dari kotoran-kotoran yang terdapat pada tungku pembakaran. Endapan partikel padat dari bahan bakar ataupun kotoran dapat menyebabkan gangguan pernapasan jika terhirup dalam jangka panjang dan mengendap di paru-paru, bahkan bisa menyebabkan penyakit flek paru-paru. Cara memanajemen limbah ini adalah :

  1. Memasak bahan makanan dengan cara ditutup sehingga mengurangi produksinya.
  2. Lebih memilih memasak dengan cara dikukus atau direbus karena memasak dengan cara menggoreng dan membakar akan menghasilkan lebih banyak partikel padat yang terdispersi dalam limbah gas.
  3. Menjaga sirkulasi udara tetap baik

Limbah gas rumah tangga juga dihasilkan dari penggunaan pembasmi serangga yang dapat berupa semprotan maupun bakar. Bahan-bahan ini bisa menyebabkan resiko keracunan bila terhirup dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Bila rumah anda termasuk yang mendapat gangguan dari serangga misalnya lalat, nyamuk, ataupun kecoa, anda bisa menggunakan cara-cara berikut untuk mencegah gangguan serangga daripada menggunakan obat pembasmi serangga.

  1. Melapisi ventilasi dengan kasa strimin sehingga serangga tidak dapat masuk melalui ventilasi udara, menghalangi partikel debu berukuran besar masuk ke rumah, namun tetap menjaga sirkulasi udara tetap baik.
  2. Membuat jadwal yang teratur untuk membuka dan menutup pintu dan jendela
  3. Membersihkan lingkungan secara teratur untuk mencegah berkembangbiaknya hewan-hewan yang merugikan tersebut

Limbah gas yang beracun dan dapat mengganggu pernapasan juga dapat bersumber dari bahan pembersih kerak kamar mandi yang umumnya memiliki bau yang menyengat. Selain itu bahan-bahan semacam ini juga bisa menyebabkan iritasi bila terkena kulit, apalagi mata. Untuk menghindari penggunaan bahan beresiko ini sebaiknya pembersihan kamar mandi dilakukan dalam jadwal yang lebih sering sehingga kerak tidak sempat terbentuk di kamar mandi. Selain itu, hal ini juga dapat mempermudah pembersihan, karena pembersihan (menyikat) kotoran di kamar mandi akan lebih mudah bahkan hanya dengan air sekalipun. Untuk memberikan aroma segar bagi kamar mandi, gunakan bahan-bahan alami misalnya jeruk nipis atau bunga-bunga segar.

Next : Mengelola Limbah Cair Rumah Tangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s