Green Living – Mengelola Limbah Padat Rumah Tangga (Plastik)

Standar

green-living

(About) Sampah plastik mungkin merupakan jenis sampah yang paling sulit dihindari saat ini dan kuantitas produksinya cukup besar di skala rumah tangga. Padahal rumah tangga belum memiliki sarana khusus untuk mengolah atau menguraikan sampah plastik. Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah anorganik yang penguraiannya hanya terjadi secara fisik (akibat perbedaan suhu, perlakuan fisik misalnya pemotongan, dll), tidak seperti sampah organik yang penguraiannya melalui proses penguraian biologis.
Hal ini menyebabkan proses penguraian sampah plastik membutuhkan waktu sangat lama, bahkan bisa sampai ratusan tahun. Keadaan ini sangat tidak selaras dengan produksi sampah plastik yang begitu mudah, cepat dan banyak sehingga sampah plastik cenderung semakin menumpuk setiap hari. Walaupun telah ada plastik yang lebih ramah lingkungan karena dapat terurai lebih cepat, namun penggunaannya masih sangat terbatas (umumnya digunakan sebagai kantong belanja di supermarket). Di tingkat rumah tangga, upaya yang paling mudah dilakukan adalah meminimalkan produksi sampah plastik.

(Sumber) Sumber-sumber penghasil sampah plastik utama dalam rumah tangga adalah :

  1. Dapur (terutama berupa kemasan makanan)
  2. Area MCK (kemasan sabun, shampoo, detergent, dan bahan pembersih lain)

(Kategori) Sampah plastik dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu :

  1. Sampah plastik basah, yaitu sampah plastik yang umumnya basah dan mengandung bahan-bahan organik yang menempel sehingga dapat menimbulkan bau dan mengundang organisme yang merugikan. Contohnya adalah plastik pembungkus daging atau ikan mentah, plastik pembungkus makanan jadi, plastik kemasan bumbu instan, dll. Jenis sampah plastik ini adalah yang paling merepotkan (mau dibuang ke lingkungan, tapi itu plastik, mau didaur ulang, tapi mengandung bahan yang kotor dan bisa busuk).
  2. Sampah plastik kering, yaitu sampah plastik yang umumnya dalam kondisi kering dan bebas (atau hanya sedikit mengandung) bahan-bahan organik yang menempel. Contohnya adalah kemasan detergent, kemasan kopi bubuk, kemasan sabun mandi, dll. Jenis sampah ini umumnya mudah didaur ulang sehingga sebaiknya dalam skala rumah tangga, sampah ini dikumpulkan dan dipisahkan dari sampah jenis lain, serta dijaga kebersihannya untuk memudahkan proses selanjutnya (daur ulang).
  3. Sampah plastik keras, yaitu sampah plastik yang tebal dan keras, misalnya botol minuman, botol shampoo, botol bahan pembersih, dan peralatan dapur bekas. Jenis sampah ini juga mudah didaur ulang sehingga seringkali menjadi buruan para pemulung.

(Sarana) Sarana untuk mengelola sampah plastik rumah tangga adalah :

  1. Tempat sampah kecil di dapur untuk sampah plastik basah, lapisi tempat sampah ini dengan kantong plastik ramah lingkungan, buang sampah ini ke tempat pembuangan akhir secara rutin setiap hari karena sampah ini dapat menimbulkan bau dan penyakit. Jaga kebersihan tempat sampah ini.
  2. Tempat besar untuk mengumpulkan sampah plastik kering
  3. Tempat besar untuk mengumpulkan sampah plastik keras
  4. Tempat pembuangan akhir

(Pengelolaan) Cara untuk mengurangi dan mengelola sampah plastik adalah :

1. Sampah Plastik Basah

– Kurangi konsumsi makanan olahan atau makanan kemasan sehingga mengurangi produksi sampahnya juga

– Jangan segan untuk membawa wadah sendiri berupa kotak plastik ketika anda berbelanja daging atau ikan di pasar. Anda juga dapat menggunakan kantong plastik kecil ramah lingkungan yang diperoleh dari supermarket, walaupun ini tidak mengurangi produksi sampah plastik basah, namun ini dapat menurunkan resiko pencemaran. Masih sangat jarang pedagang di pasar yang menggunakan kantong plastik ramah lingkungan.

– Bawa wadah sendiri ketika membeli makanan jadi di luar rumah

– Bawa tas besar sendiri (keranjang anyaman bambu atau anyaman plastik) ketika belanja di pasar dan usahakan seminimal mungkin meminta kantong plastik bila anda dapat secara langsung memasukkan belanjaan anda ke keranjang.

2. Sampah Plastik Kering

– Kumpulkan kantong plastik belanja ramah lingkungan dari supermarket karena sangat membantu dalam mengemas dan membuang sampah dibandingkan garbage bag yang tidak ramah lingkungan. Namun, anda tidak perlu mengumpulkan kantong plastik ini sebanyak-banyaknya melainkan secukupnya saja agar persediaan kantong plastik tidak menumpuk.

– Bila persediaan kantong plastik anda sudah cukup, minimalkan meminta kantong plastik saat anda belanja di supermarket, sebagai gantinya bawalah green bag atau bawalah selalu kantong plastik besar sendiri yang bisa anda lipat dan simpan dengan praktis di dalam dompet.

– Kurangi konsumsi makanan kemasan

– Belilah kebutuhan pokok (yang sudah pasti dikonsumsi) dalam kemasan besar karena akan menghasilkan lebih sedikit sampah, selain itu umumnya harganya lebih hemat.

– Perkecil volume sampah plastik dengan melipatnya sebelum dibuang atau dikumpulkan agar lebih rapi, ringkas, pejal, dan tidak memakan banyak tempat.

– Jual atau sumbangkan sampah ini kepada pemulung atau pusat pengumpulan sampah plastik untuk didaur ulang.

3. Sampah Plastik Keras

– Kurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan

– Usahakan untuk membeli produk kemasan pouch atau refill

– Cuci bilas dan keringkan sebelum dikumpulkan

– Manfaatkan perabotan bekas untuk pot tanaman (tapi saya lebih menyarankan untuk menjualnya, karena nilai estetikanya sangat kurang dibandingkan dengan pot asli).

– Jual atau sumbangkan sampah plastik keras ini kepada pemulung atau pusat pengumpulan sampah plastik untuk didaur ulang

Demikian pembahasan mengenai pengelolaan sampah plastik rumah tangga.

Next : Mengelola limbah padat rumah tangga (kertas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s