Green Living – Menuju Indonesia Zero Waste

Standar

green-living1Seri 1 : Manajemen Limbah Rumah Tangga (Preface : Menuju Indonesia Zero Waste)

Sekarang ini, makin banyak perusahaan baik perusahaan asing maupun perusahaan dalam negeri yang menerapkan zero waste management (ISO 14001+) dimana industri menerapkan manajemen pengolahan limbah sampai tingkat nol, artinya tidak menghasilkan limbah tidak berguna yang dibuang ke lingkungan.

Berbeda dengan rumah tangga, manajemen limbah di skala rumah tangga nampaknya belum membudaya dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan walaupun sebenarnya kesadaran dan kepedulian lingkungan sudah meningkat. Bahkan, produksi limbah rumah tangga semakin meningkat dan semakin sulit dikelola. Jika keadaan ini berlanjut, maka perkiraan saya, di masa depan, masalah limbah akan lebih banyak bersumber dari rumah tangga dibandingkan dari industri.

Cara paling strategis untuk mencegahnya adalah mengembangkan dan menerapkan metode-metode sederhana pengelolaan limbah di tingkat rumah tangga dan kemudian menyebarkan dan menularkan kebiasaan baik ini semakin luas dan semakin membudaya. Sudah saatnya kesadaran dan kepedulian lingkungan diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dalam pikiran dan perkataan. Dan sudah saatnya memulai kebiasaan baik itu mulai dari diri sendiri, mulai sekarang, dan mulai di rumah sendiri.

Ada 3 tingkatan dalam manajemen limbah yaitu :

  1. Mengelola — Mengelola limbah adalah tingkat paling awal dalam manajemen limbah yang dilakukan apabila anda belum dapat mengurangi produksi limbah. Contoh nyata dari tindakan ini adalah memisahkan sampah dalam kategori-kategori tertentu sehingga memudahkan pengelolaan selanjutnya yang dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga lain pengelola sampah.
  2. Mengurangi —- Mengurangi adalah tingkat yang lebih tinggi setelah mengelola, yaitu ketika anda dapat mengurangi produksi limbah dari sumber-sumber peghasil limbah di rumah tangga anda.
  3. Menghilangkan — Menghilangkan adalah tingkat tertinggi dari manajemen limbah dengan menghentikan produksi limbah dari sumber-sumbernya, dan pada tingkatan inilah tercapai “zero waste”.

Sebagai pengantar, limbah rumah tangga dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok menurut karakternya yaitu :

  1. Limbah gas organik

Umumnya dihasilkan dari dapur dari asap dalam kegiatan memasak. Limbah gas ini umumnya tidak berbahaya bagi lingkungan, namun ada banyak cara untuk mengurangi dan mengelola limbah gas organik ini. Misalnya :

–          Memasak menggunakan sistem tertutup sehingga mengurangi bahan-bahan padat yang terdispersi dalam asap.

–          Lebih banyak memasak dengan cara direbus atau dikukus daripada digoreng atau di bakar. Selain lebih sehat dan bisa mempertahankan nutrisi makanan, memasak dengan cara ini juga mengurangi bahan-bahan berbahaya dalam asap yang dihasilkan.

–          Menggunakan bahan bakar yang memaksimalkan pembakaran. Disarankan menggunakan bahan bakar gas daripada kayu bakar, atau minyak tanah karena pembakaran gas lebih sempurna dan menghasilkan lebih sedikit asap. Selain itu, tungku kompor juga sebaiknya dibersihkan secara rutin untuk menghilangkan kerak-kerak yang bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna yang berakibat produksi asap dan pemborosan bahan bakar.

2. Limbah gas anorganik

Limbah ini bisa berdampak pada kesehatan bila terhirup dan mengendap dalam jangka waktu yang lama. Sumber-sumbernya misalnya dari gas atau uap pembasmi nyamuk dan uap dari bahan pembersih terutama pembersih kerak kamar mandi. Produksi limbah gas ini bisa dikurangi bahkan bisa dihilangkan. Caranya mengurangi atau menghilangkan penggunaan pembasmi serangga adalah memasang kawat strimin pada ventilasi udara sehingga serangga tidak dapat masuk ke rumah dan membuat jadwal membuka dan menutup pintu dan jendela rumah dengan tepat sehingga pembasmi nyamuk tidak lagi diperlukan. Cara mengurangi atau menghilangkan limbah cairan pembersih kerak kamar mandi adalah dengan menghentikan produksi kerak itu sendiri, caranya adalah membersihkan kamar mandi lebih sering sehingga kerak tidak sempat terbentuk, pembersihan kamar mandi bahkan sebenarnya dapat dilakukan hanya dengan cara fisik (disikat dan dibersihkan dengan air) tanpa menggunakan bahan pembersih.

3. Limbah cair organik

Sumber-sumber limbah cair organik ini adalah air bekas cucian bahan makanan (mencuci beras, mencuci sayuran, mencuci daging), sisa kaldu, sisa minuman, dan sebagainya.

4. Limbah cair anorganik

Sumber-sumber limbah cair anorganik adalah limbah air mandi, limbah air cucian pakaian.

5. Limbah padat organik mampu kelola

Misalnya sisa makanan, limbah kebun (daun-daun) yang dapat dikelola sendiri secara sederhana misalnya dengan menggunakan komposter

6. Limbah padat organik non kelola

Limbah padat organik yang tidak merusak lingkungan namun agak sulit untuk dikelola dalam skala rumah tangga karena sifatnya sulit terurai sehingga butuh pengelolaan khusus. Misalnya cangkang telur, tulang, dan limbah kebun berukuran besar misalnya ranting dan potongan kayu sisa tebangan pohon.

7. Limbah padat anorganik basah (non kelola)

Limbah anorganik basah ini contohnya adalah plastik kemasan makanan yang mengandung sisa-sisa bahan organik atau sisa makanan yang sangat melekat sehingga disarankan untuk segera dibuang daripada dikelola sendiri karena sisa bahan organik ini dapat mengundang bakteri yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Misalnya plastik bumbu basah mie instan, kemasan bumbu instan, pouch kecap, kemasan makanan berkuah, plastik kemasan daging segar, dll. Yang dapat diupayakan dari limbah ini adalah pengurangan produksinya dan membuangnya dengan memisahkannya dari sampah organik dan sampah anorganik kering lainnya.

8. Limbah daur ulang

Kelompok limbah ini adalah limbah yang sangat mungkin untuk didaur ulang sehingga sangat penting untuk memisahkannya untuk memudahkan proses daur ulang. Selain mengumpulkan dan memisahkan sampah-sampah ini, penting juga untuk mengurangi produksinya di rumah, karena limbah-limbah ini sangat beresiko mencemari lingkungan. Limbah-limbah ini adalah :

–          Kertas, kertas dapat terurai dengan baik di lingkungan, namun produksinya berbahan baku kayu. Semakin banyak penggunaan kertas, maka semakin banyak pohon ditebang, dan inilah yang dimaksud dengan perusakan lingkungan.

–          Plastik lembaran. Plastik lembaran contohnya kantong plastik, tas plastik (kresek), atau kemasan-kemasan lain yang berupa lembaran plastik yang lentur.

–          Plastik keras contohnya botol minuman, botol pembersih, dll.

–          Logam (kaleng) contohnya kaleng minuman, kaleng biskuit, kaleng sardiness, dll.

–          Kaca dan Keramik contohnya jar bekas selai, botol bekas sirup, pecahan perabotan rumah tangga, dll.

Untuk mengelola sampah, yang dibutuhkan antara lain adalah beberapa sarana pengelola limbah yaitu :

  1. Halaman berukuran cukup

Sangat penting memiliki halaman di rumah agar kita dapat melakukan pengelolaan sampah dengan leluasa. Halaman rumah digunakan sebagai lahan untuk membangun sumur resapan, septik tank, komposter dan area penanaman pohon.

2. Pepohonan dan tanaman hijau

Pohon sangat penting dimiliki oleh sebuah rumah untuk membantu menyerap dan menguraikan limbah gas yang dihasilkan oleh pembakaran di dapur sehingga menjaga suhu udara di rumah tetap sejuk dan memberi suplay oksigen yang cukup bagi penghuni rumah. Kira-kira bagaimana suplay oksigen di lingkungan anda? Apa rumah anda cukup mensuplay oksigen? Jangan-jangan, anda hanya menggunakan oksigen saja tanpa berperan dalam suplay oksigen di lingkungan anda.

3. Beberapa tempat sampah untuk memisahkan sampah berdasarkan kelompok-kelompok. tempat sampah bahan organik di dapur sebaiknya berukuran kecil, tujuannya agar sampah dibuang lebih sering, karena sampah berisi bahan kotor yang bisa mengundang bakteri dengan cepat. Semakin lama sampah dipertahankan, semakin banyak bakteri dalam udara, padahal dapur adalah tempat menyimpan dan memproduksi makanan di rumah yang tentu saja harus higienis.

Lapisi tempat sampah dengan kantong plastik organik yang mudah terurai, tujuannya agar tempat sampah lebih mudah dibersihkan dan tidak menyisakan sisa sampah yang menempel di dinding tempat sampah yang bisa mengundang bakteri. Kantong plastik organik digunakan agar sampah bisa dibuang dengan aman tanpa merusak lingkungan.

4. Septik Tank

Septik Tank berfungsi sebagai bak penampungan dan bak penguraian limbah cair yang bersifat organik. Selain itu, septik tank juga menjaga suplay air tanah. Dalam Septik tank, bahan-bahan organik akan diuraikan menjadi nutrisi yang baik bagi kesuburan tanah.

5. Komposter

Komposter adalah sarana untuk membantu menguraikan limbah organik menjadi bahan yang akan bermanfaat untuk kesuburan tanah.

6. Sumur resapan

Sumur resapan berfungsi untuk memberi ruang bagi air hujan untuk terserap ke dalam tanah dibandingkan langsung menuju saluran pembuangan.

7. Saluran Pembuangan yang lancar

Tidak semua limbah cair dapat dikelola dalam skala rumah tangga, limbah cair anorganik non kelola harus memiliki saluran pembuangan untuk kemudian bisa dikelola secara khusus. Bersihkan saluran pembuangan secara berkala agar tidak tersumbat maupun kotor oleh endapan. Endapan kotoran di saluran pembuangan dapat menjadi media tumbuh bagi bakteri dan organisme parasit lain yang bisa merugikan kesehatan (jamur, kecoa, lalat, tikus, dll).

Prefacenya segini dulu ah.

Catatan ini akan dibuat dalam beberapa seri yang membahas lebih khusus mengenai penanganan limbah dalam skala rumah tangga.

Mohon masukan dan saran-sarannya dari pengalaman atau referensi yang pernah dibaca mengenai penanganan limbah dalam skala rumah tangga. Dalam versi yang lebih rapi, dan lebih lengkap, kumpulan catatan ini akan dibukukan (cita-citanya).

Thank u kunjungan dan masukannya.🙂

640px-Circles_of_Sustainability_image_(assessment_-_Melbourne_2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s