Menyusun Bisnis Plan

Standar

bisplan

Menyusun Business Plan atau Proposal Rencana Usaha adalah hal yang penting dilakukan oleh semua pebisnis. Business Plan tidak hanya diperlukan untuk mencari investor, tapi yang terpenting adalah sebagai Panduan atau Blue Print dalam menjalankan bisnis (dikutip dari kata-kata Lisa Soemarto dalam sebuah kelas financial plan).

Dalam business plan juga tercantum target-target yang bisa dijadikan evaluasi pencapaian bisnis dan mengingatkan kita untuk kembali ke “jalan yang benar” ketika perjalanan bisnis mulai tidak sejalan dengan tujuan awal.

Tidak ada kata terlambat untuk menyusun sebuah bisnis plan. Siapa bilang bisnis plan hanya boleh disusun oleh pebisnis pemula? Siapapun, bahkan yang sudah menjalankan bisnisnya, tetap bisa menyusun bisnis plan.

Komponen apa saja yang terdapat dalam bisnis plan? Mari kita pelajari.

1. Cover Proposal

Cover Proposal ini sangat penting untuk mengenali bisnis plan, usahakan untuk membuatnya dengan desain semenarik mungkin agar dapat menggugah orang (target bisnis plan) untuk membacanya. Hal-hal yang penting tercantum dalam cover adalah :

–          Judul Bisnis : untuk memberikan informasi secara langsung kepada pembaca

–          Nama Penulis dan Tahun Pembuatan : tahun pembuatan berguna untuk memberikan informasi ke-aktual-an sebuah proposal bisnis

–          Data Perusahaan : misalnya alamat, nomor telepon, dan web

2. Executive Summary

Executive summary adalah uraian yang disusun untuk memberi gambaran singkat bisnis kepada pembaca, walaupun tempatnya di depan, disarankan untuk menyusun executive summary ini setelah menyelesaikan keseluruhan bisnis plan. Executive summary disusun dengan singkat, padat, dan jelas, dengan panjang maksimal 2 halaman. Executive summary umumnya berisi masalah atau issue yang melatar belakangi bisnis disertai data-data aktual pendukung, dan kemudian berisi solusi atau conclusion dari masalah tersebut, dimana conclusion ini berkaitan dengan bisnis yang kita jalankan.

3. Daftar Isi

Daftar isi ini diperlukan agar pembaca bisnis plan dapat menemukan dengan mudah letak-letak halaman dari bagian-bagian bisnis plan.

4. Company Profile

Company profile berisi semua informasi mengenai perusahaan. Bagian-bagiannya adalah :

–          Deskripsi Bisnis : berupa nama perusahaan, bidang usaha, alamat, web, email, telepon, nama pendiri, tanggal bendiri, dan lain-lainnya. Umumnya dibuat dalam bentuk daftar agar lebih mudah dipahami

–          Sejarah singkat pendirian usaha : dapat berupa uraian atau rangkuman cerita singkat pendirian usaha. Seperti namanya, sejarah singkat, maka uraian ini ditulis secara singkat saja, umumnya sepanjang 1 atau 2 paragraf. Untuk membantu menulis uraian ini, gunakan kata tanya 5W 1H. What, adalah nama usaha dan asal usul pemberian nama tersebut. Where, adalah dimana usaha didirikan. When, adalah kapan usaha berdiri. Who, adalah siapa pendiri usaha. Why, adalah mengapa usaha didirikan atau apa latar belakang usaha. Yang terakhir How, adalah bagaimana perjalanan usaha hingga terbentuk seperti sekarang. Untuk usaha yang belum terbentuk atau masih sebatas ide, yang perlu diceritakan adalah awal munculnya ide sampai disusun dalam bentuk bisnis plan.

–          Visi dan Misi Usaha : Visi adalah harapan atau tujuan akhir yang ingin dicapai dalam pendirian usaha sedangkan misi adalah cara-cara untuk mewujudkan visi.

–          Management Profile : bagian ini menjelaskan mengenai struktur organisasi perusahaan.

5. Product

Dalam bagian ini dijelaskan mengenai product (barang ataupun jasa) yang dijual. Bagian-bagiannya antara lain :

–          Deskripsi produk : penjelasan singkat mengenai produk

–          Varian produk : pilihan atau variasi yang ditawarkan produk (jika yang dijual hanya satu jenis produk, bagian ini tidak perlu dicantumkan)

–          Keunggulan Produk : berisi nilai-nilai yang menyebabkan produk lebih unggul dibandingkan pesaing

–          Rencana Pengembangan Produk : berisi produk-produk yang masih dalam ide, namun akan dikembangkan

6. Pasar

Bagian ini menjelaskan semua hal tentang pasar. Dapat menggunakan tools-tools analisis pasar seperti analisis STP, 4P atau tools lainnya.

–          Analisis STP (Segmentation, Targeting, Positioning) : segmentation adalah klasifikasi konsumen berdasarkan kriteria tertentu misalnya usia, jenis kelamin, profesi, lokasi, dan lain sebagainya. Targeting adalah memilih salah satu atau lebih segmen pasar untuk dijadikan target pemasaran produk. Positioning adalah bagaimana meneguhkan posisi produk kepada target pasar dengan menekankan kenggulan-keunggulan produk dibandingkan produk pesaing.

–          Analisis 4P (Product, Price, Place, Promotions) : Product berisi deskripsi produk dan keunggulan-keunggulannya, Price berisi dengan harga berapa produk akan dijual, Place berisi dimana produk akan dijual, dan Promotions berisi bagaimana strategi untuk memasarkan produk

–          Kondisi Persaingan : dalam bagian ini dijelaskan mengenai bagaimana kondisi persaingan aktual di pasar, jika memungkinkan ada data market share untuk setiap pesaing. Dengan analisis ini maka pebisnis dan pembaca akan mengetahui seberapa besar peluang produk untuk memenangkan persaingan pasar.

–          Strategi Pemasaran : dalam bagian ini dijelaskan bagaimana cara memasarkan produk, media-media yang digunakan (on line dan off line), strategi membangun kepercayaan pelanggan dan lain sebagainya.

7. Produksi/Operasi

Produk dapat berupa barang (goods) maupun jasa (service). Jika produk berupa jasa, maka bagian ini mungkin lebih tepat diberi judul Operasi atau Analisis Operasi. Kata operasi memiliki makna lebih luas daripada kata produksi (produksi merupakan bagian dari operasi).

–          Bahan Baku : bagian ini berupa keterangan mengenai, apa bahan baku yang digunakan, darimana sumbernya, berapa kapasitasnya, bagaimana cara distribusinya, dan segala hal mengenai bahan baku yang penting untuk dicatat.

–          Teknologi Produksi : bagian ini berisi metode produksi dan sarana prasarana produksi yang digunakan, dan tahapan proses produksi

–          Skema SCM (Suply Chain Management atau Manajemen Rantai Pasok) : Suply Chain Management berisi penjelasan mengenai bagaimana aliran distribusi dari bahan baku sampai dengan pemasaran produk. Untuk analisis ini nanti akan saya jelaskan dalam catatan tersendiri.

–          Sumber Daya Manusia : berisi bagaimana perusahaan mengelola sumber daya manusia, darimana tenaga kerja berasal, apa saja skill yang dibutuhkan, bagaimana cara mencapainya, dan lain sebagainya. Untuk produk yang berupa jasa, bagian ini sangat penting dijelaskan secara detil karena jasa bersentuhan langsung dengan sumber daya manusia.

8. Keuangan

Setiap usaha membutuhkan keterampilan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik. Dalam bagian ini dijabarkan bagaimana perencana bisnis merencanakan keuangan perusahaan. Bagian-bagiannya adalah :

–          Sumber permodalan : darimana saja modal atau target modal bisnis berasal atau direncanakan dan berapa jumlahnya

–          Manajemen Keuangan : berisi alokasi dana modal untuk pembiayaan perusahaan mulai dari investasi tempat usaha, peralatan, dan biaya operasional

–          Pendapatan : berisi analisis mengenai sumber-sumber pendapatan dan angkanya serta penghitungan profit

–          Indikator-indikator Keuangan atau dapat juga disebut analisis ekonomi seperti BEP (Break Event Point), PBP (Pay Back Period), dan ROI (Return of Investment). Nilai-nilai ini sangat penting dihitung karena dapat menunjukkan performa dan kelayakan usaha dalam data kuantitatif.

Karena bagian keuangan ini cukup kompleks, saya mungkin juga akan membahasnya dengan lebih detail dalam catatan terpisah.

Komponen-komponen analisis wajib dalam bisnis ada 3 yaitu Pasar, Produksi, dan Keuangan. Selain bagian-bagian tersebut, terkadang perlu dicantumkan analisis-analisis tambahan dalam proposal bisnis plan seperti :

9. Analisis Dampak Lingkungan : menjelaskan mengenai dampak (bisa positif dan negatif) yang bisa terjadi akibat pendirian usaha, baik dampak sosial, ekologi, ekonomi, dan lain sebagainya.

10.  Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) : menjelaskan kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman dalam bisnis (akan dijelaskan dalam catatan terpisah)

11.  Model Bisnis : berisi 9 komponen penting yang dapat menjelaskan bisnis secara ringkas (juga akan dijelaskan dalam catatan terpisah)

12.  Rencana Pengembangan Usaha : menjelaskan rencana-rencana pengembangan usaha seperti peningkatakan kapasitas produksi, menambah jumlah karyawan, membuat produk baru, menambah cabang usaha, dan sebagainya. Umunya diproyeksikan dalam rencana 5 tahun.

13.  Timeline Perkembangan Bisnis dan Target Pencapaian : timeline ini dibuat untuk mengeplotkan waktu-waktu target pencapaian sebagai evaluasi kinerja perusahaan dalam pencapaian target tersebut.

Demikian panduan singkat penyusunan bisnis plan yang coba saya tulis. Untuk menyempurnakannya, saya mohon koreksi, kritik, dan saran dari teman-teman sekalian🙂

 

One thought on “Menyusun Bisnis Plan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s