Birthday Gift of The Year : Geraham Bungsu

Standar

caramengobatisakitgigisecaraalami

Hari ini, Sabtu, 2 Mei 2015, adalah ulang tahun saya yang ke-28. Seperti kembali lagi ke masa 28 tahun yang lalu, saya juga dilahirkan tepat di hari Sabtu, seperti hari ini. Oh ya, hari ini juga bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, hari turunnya ilmu pengetahuan. Dan seperti biasa, tanggal 2 Mei juga diperingati sebagai Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional. Benar-benar banyak kebetulan di hari yang indah ini.

Pada ulang tahun saya tahun ini, ada hadiah special yang tidak akan bisa diberikan oleh orang manapun. Ya, itu karena hadiah special itu berasal dari Tuhan. Hehehe. Hadiah special tersebut bernama Gigi Geraham Bungsu.

Bukan rahasia lagi bila tumbuhnya gigi geraham bungsu merupakan salah satu fase penderitaan besar dalam hidup kita #halah. Sejak sekitar 3 hari lalu, gusi kanan bawah sebagai bantalan gigi paling belakang saya terasa berdenyut-denyut dan sakit sekali. Tadinya saya pikir saya mungkin saja menyikat gigi terlalu keras dan menimbulkan luka di gusi. Selain sakit dan berdenyut-denyut, gusi belakang itu bengkak dan membuat seluruh otot pipi kanan saya jadi kaku.

Untuk mengatasi rasa sakitnya, saya minum pereda nyeri, dan juga antibiotik untuk mencegah infeksi. Esok harinya, setelah mengamati dengan seksama di cermin, saya baru bisa melihat tanda-tanda sang geraham bungsu yang kemunculannya seolah-olah seperti perompak yang mengibarkan bendera peperangan. Hih!

Perasaan saya jadi getir. Ini bukan yang pertama. Geraham bungsu kiri bawah saya telah tumbuh sekitar 6 tahun yang lalu, dan saya bisa mengingat dengan jelas peristiwa itu. Bagaimana tidak? Selama 3 hari, saya tidak bisa tidur dan mengerang kesakitan di malam hari. Mengerikan sekali membayangkan bahwa saya harus mengalami penderitaan itu lagi.

“Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi.”

Pepatah itu sepenuhnya benar. Saya lebih memilih sakit hati daripada sakit gigi. Karena sakit gigi membuat hati saya sakit juga, jadi sakitnya dobel. Hiks. Syukurlah, Geraham Bungsu kanan ini rupanya tidak seantagonis Geraham Bungsu kiri. Dia masih membiarkan saya tidur di malam hari, meskipun di siang hari, dia menyebabkan mood swing, membuat saya malas makan, bahkan malas bicara (kecuali bicara tentang cintaku kepadamu… iya kamu… #YaelahSempat2nyaNyepik ).

Di hari keempat ini, tepat di hari ulang tahun saya, si Geraham Bungsu rupanya telah berhasil melalui fase tersulit menembus gusi. Yeay!!!

Selain geraham bungsu, saya juga mendapat banyak kebahagiaan yang tidak terduga di hari ini. Yang terindah adalah bisa merasakan kehangatan dan kelembutan berada di tengah-tengah keluarga lagi. Juga teman-teman lama yang tiba-tiba saja kembali muncul dan kembali dekat. Ah, bukan. Bukan mereka yang kembali. Tapi saya yang baru saja kembali. Ini adalah dunia yang sebelumnya, dan seharusnya saya miliki dan tempat dimana saya seharusnya berada. Rasanya menyenangkan sekali kembali ke tempat yang seharusnya, dunia yang penuh kehangatan dan cinta. Untuk masa lalu yang sempat menjauhkan saya dari segala keindahan ini, I wanna say Good Bye, and please Never try to come back to me again…

I am still… a young heart living in a world filled with love.. and I’m so blessed…

Happy Birthday to me… Stay blessed.. and Keep Loving…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s