Stiletto (remake)

Standar
shoes-heels-bf-yvone12purplevelvet_3

“Aku mencintaimu, Arwen.”

“Seberapa besar?”

“Sangat besar, hingga aku ingin menemanimu seumur hidupmu.”

“Seumur hidupku?”

“Ya. Aku akan menemanimu kemanapun kau pergi. Kemanapun kakimu melangkah.”

Aku yakin bahwa sembilan dari sepuluh orang akan setuju bahwa bahan terbaik untuk membuat sepatu adalah kulit. Sepatu kulit selalu saja mempesona dan tentu terlihat lebih elegan dan eksklusif dibandingkan sepatu berbahan canvas, nylon, atau bahan lainnya. Terlebih jika kau memilih kulit terbaik untuk sepatumu yang diproses dengan seksama dan penuh dengan ketelitian.

Untuk menghasilkan kulit samak terbaik, kau membutuhkan bahan baku terbaik. Sesuaikan bahan baku itu dengan sepatu yang kau inginkan. Kau suka sepatu bersisik? Pilihlah kulit ular, kulit buaya, atau kulit ikan. Ingin sepatumu berbulu? Kau bisa pilih kulit kelinci. Mau sepatu dengan permukaan halus mengkilap? Pakailah permukaan kulit sapi. Atau jika kau ingin nuansa sedikit liar, cobalah permukaan pesak kulit gajah atau kulit hiu, loreng berbulu kulit harimau, atau corak kulit babi yang mirip tanah rawa pecah-pecah di musim kemarau.

“Siapa Dahsya?”

“Hanya seorang teman.”

“Kalian berciuman.”

“Itu tidak seperti yang kau lihat. Aku hanya sedang lepas kendali. Dia menggodaku.”

Sebelum memulai proses penyamakan kulit, tentu saja kau harus mendapatkan kulit mentahnya dahulu. Tak semua kulit mentah bisa diperoleh dalam keadaan segar. Kulit mentah kadang diawetkan dalam keadaan kering, beku, atau bisa juga disimpan dalam awetan garam. Semakin segar kulit mentah yang kau miliki, semakin bagus. Apalagi jika baru saja dikuliti.

Kulit mamalia umumnya takkan terlalu sulit dikuliti. Bagian kulit dan lemaknya dapat terpisah sempurna. Gunakan pisau yang tajam! Sayat lepas kulit itu dari tubuhnya dalam satu lembaran utuh!

Sebagaimana bagian tubuh manapun dari makhluk hidup yang mati, kulit mentah akan mudah busuk, berbau amis, rapuh, berlendir, dan segala hal menjijikkan lainnya. Inti dari proses penyamakan kulit adalah mengubah segala yang menjijikkan itu menjadi kulit samak indah untuk bahan sepatu yang membantumu tampil lebih menarik dan bergaya. Bertolak belakang memang. Tapi jangan khawatir. Itu tidak sulit. Manusia telah terbiasa melakukan ini selama ribuan tahun dengan begitu mudahnya.

“Kau menemuinya?”

“Dia yang menemuiku.”

“Kau mencintainya?”

“Tentu saja tidak. Aku hanya mencintaimu.”

Proses penyamakan kulit diawali dengan kelompok tahapan pertama yang disebut Beamhouse, dimana semua komponen-komponen kulit yang tidak diperlukan akan dieliminasi. Lihatlah kulit mentahmu yang menjijikkan itu, masih ada darah, lemak, lendir, bahkan bulu-bulu. Enyahkan semua itu dalam tahapan ini dan sisakan hanya serat kulitnya saja. Ya, hanya serat saja yang kita butuhkan dari selembar kulit mentah yang sudah mati itu.

Pada tahapan pertama dalam Beamhouse ini, yang harus kau lakukan dengan kulit mentahmu adalah merendamnya dengan larutan air garam yang ditambah sedikit surfaktan dan anti bakteri. Tahapan proses ini disebut Soaking atau perendaman. Tujuannya adalah mengembalikan kesegaran kulit. Untuk kulit mentah yang disimpan dalam awetan garam, kau mungkin akan membutuhkan waktu soaking hingga dua hari. Namun untuk kulit segar yang baru dikuliti, kau takkan butuh waktu lebih dari dua jam. Kulit mentahmu yang awalnya mungkin agak keriput, pucat, dan tampak begitu mati, akan kembali kelihatan kencang dan segar seperti baru saja dikuliti.

“Dia menemuimu lagi? Sampai berkali-kali?”

“Dia yang terus saja menggodaku. Dia mengejar-ngejar aku.”

“Aku hilang kesabaran.”

“Aku mencintaimu, Arwen.”

“Kalau begitu, tinggalkan dia!”

Lanjutkan dengan proses pengapuran atau Liming dengan larutan kapur, garam, dan sedikit basa. Di tahap inilah saatmu mengenyahkan segala hal menjijikkan dalam kulit mentah itu. Darah, lendir, lemak, dan apapun yang membuatnya mudah busuk. Dalam proses ini kau bisa melihat bulu-bulu pada kulit mentahmu itu rontok dan kulitmu menjadi mulus, persis seperti ketika kau membubuhkan krim perontok bulu-bulu di kakimu.

Kemudian masuklah ke tahap Bating yang bertujuan untuk memecah rantai protein di kulit mentah dengan penambahan enzim dari getah pepaya atau nanas. Pada tahapan ini, molekul protein dalam kulit akan berubah menjadi lebih lembut, layaknya daging yang ditumbuk dengan pemukul daging.

“Kau pilih dia atau aku?”

“Tentu saja aku memilihmu. Dia tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu.”

“Tinggalkan dia, Hall! Tinggalkan Dahsya! Ini terakhir kalinya aku memperingatkanmu!”

Langkah terakhir dalam kelompok tahapan ini adalah Bleaching. Ini bagian yang paling mengasyikkan, kau tahu? Kita bisa saja menghilangkan pigmen atau warna alami dalam kulit mentah menggunakan Kalium Permanganat, lalu menetralkannya lagi dengan Natrium Bisulfit. Tapi, aku penyuka pigmen alami. Untuk apa bersusah-susah menghilangkan warna alami kulit yang sudah diciptakan Tuhan dengan begitu indahnya, termasuk segala bercak dan flek eksotiknya.

Setelah kau habisi segala hal menjijikkan dan yang tak kau sukai dari kulit mentahmu, kau bisa masuk ke kelompok tahapan berikutnya yang bisa disebut Proses Basah. Namun, kau perlu menurunkan dulu pH kulit sampai angka 4 atau 4,5 dalam langkah yang disebut pengasaman atau Pickling. Ini penting untuk mempersiapkan kulit memasuki proses berikutnya. Dalam kelompok tahapan proses ini, akan diberikan atau dimasukkan segala sifat baik ke dalam kulit mentah itu. Segala sifat baik yang akan mendukung penampilanmu nanti. Ketebalan, kekenyalan, kelenturan, kekuatan, dan sifat tahan lama.

“Jauhi Hall! Dan jangan coba dekati dia lagi! Kalian sudah berakhir!”

“Apa maksudmu? Kau tak bisa merebutnya dariku.”

“Apa kau bodoh, Arwen?”

“Dia mencintaiku. Dia lebih memilihku daridapa kau.”

“Berhentilah berkhayal, Arwen.”

Langkah pertama dalam proses basah disebut penyamakan atau Tanning. Pada tahap inilah dimasukkan bahan-bahan untuk mengawetkan serat kulit. Untuk mudahnya, kau bisa menggunakan bahan krom, aluminium, atau formalin. Kau tahu? Ya, mengawetkannya. Seperti mumi. Namun jika kau ingin lebih tradisional, kau bisa gunakan aneka getah pohon. Salah satunya getah pohon bakau. Goal dari proses ini adalah bila kulit tak lagi mengkerut ketika dipanaskan sampai suhu 80°C.

Untuk mengoptimalkan proses pengawetan ini, kau bisa mengeluarkan kulit itu dari larutannya, melipat dan menaruhnya di tempat yang datar dan lembap cukup dalam satu atau dua hari. Seperti memeram. Karena itulah langkah ini disebut dengan pemeraman atau Aging. Sedikit berkebalikan dengan dirimu yang suka melawan penuaan dengan mengoleskan krim anti aging di wajahmu. Tentu saja berbeda. Kulit itu sudah mati.

“Katamu kau memilihku.”

“Aku berubah pikiran.”

“Tapi kita sudah bersama selama empat tahun.”

“Ini keputusan akhirku. Aku mencintai Dahsya dan aku akan menikahinya.”

Langkah selanjutnya adalah Retanning atau penyamakan ulang. Pada bagian ini kau bisa lakukan penebusan dosa. Setelah kau menguras habis semua komponen dalam kulit hingga yang tersisa hanya serat kulit yang kosong, maka dalam tahapan ini, kau akan memasukkan bahan untuk mengisi kekosongan itu. Kusarankan menggunakan bahan retanning sintetis yang memiliki efek pengisian tinggi, tapi aman digunakan karena menyerupai bahan nabati. Setelah tahap ini terlewati, kulit yang tipis, kosong, dan lembek itu akan berubah menjadi tebal, berisi, dan padat. Sifatnya kini makin mirip dengan bahan yang kau inginkan untuk membuat sepatumu.

Tahapan terakhir proses basah adalah Fatliquoring, dimana kau memasukkan minyak ke dalam kulit untuk membutnya menjadi lebih lentur. Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan Dyeing atau pewarnaan. Masukkan bahan pewarna untuk membuat bahan sepatumu itu cantik. Apapun warna yang kau suka yang cocok dengan warna kulit kakimu. Kau juga perlu menambahkan beberapa bahan anti jamur untuk menjaganya dari serangan pelapukan oleh jamur. Jika kondisi prosesnya baik, kau akan dapatkan kulit samak yang len

“Kenapa kau tega melakukan ini?”

“Aku bosan denganmu. Dahsya lebih cantik, tubuhnya lebih indah.”

“Apa kau tidur dengannya?”

“Itu sama sekali bukan urusanmu.”

“Kau… Kau sungguh menjijikkan! Kalian menjijikkan!”

“Terserah.”

“Aku bersumpah kau akan menyesal, Hall! Aku bersumpah!”

Kelompok tahapan terakhir adalah proses Finishing, yang berisi segalanya tentang memoles kulit bahan sepatumu itu menjadi cantik. Keringkan (Drying), tarik bagian demi bagiannya dan lenturkan (Staking), ampelas bagian dasarnya sampai ketebalannya sesuai (Buffing), pentang hingga tegas dan tidak molor (Toggling), lapisi permukaannya dengan bahan pengkilap (Top Coating) kemudian gosok hingga berkilau (Glazing), dan rapikan serabut serta bagian-bagian yang tak diinginkan (Trimming).

Kalau kau melakukan semuanya dengan sempurna, sekarang kau sudah memiliki selembar kulit samak yang sempurna untuk bahan sepatumu. Jahit sesuai dengan desain yang kau inginkan. Pastikan ukuran dan bentuknya sesuai dengan kakimu, maka ia akan menjadikanmu pusat perhatian.

***

Pagi yang sempurna. Cuaca cerah dengan suhu 24ºC. Langit sedikit berawan namun tampak bersahabat. Di meja sarapan tersedia segelas besar jus jeruk dan sandwich roti gandum. Mencoba bersaing dengan alunan Claire de Lune dari pemutar piringan hitam, penyiar berita di televisi mengoceh soal kasus pembunuhan sadis dimana sesosok mayat pria ditemukan tanpa kulit.

Aku mematut diri di depan cermin, mencoba sepatu baru buatanku. Stiletto dengan heels 7 cm berwarna ungu muda. Sangat serasi dengan kakiku yang ramping dan kuning langsat. Pelapis dalamnya terbuat dari suede domba terbaik yang lembut dan sangat nyaman dipakai. Di bagian tumit kirinya, ada flek kecokelatan yang tadinya kukenali sebagai tahi lalat besar di perut kananmu.

Sekarang kau bisa memenuhi janjimu untuk menemani kemanapun kakiku melangkah.

—– o0o —–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s