Surat Cinta untuk yang Terkasih

Standar

selflove

Bulan februari disebut-sebut sebagai bulan cinta, mungkin karena ada hari Valentine di dalamnya. Dalam beberapa waktu terakhir, saya mengamati tag line #30HariMenulisSuratCinta ramai berseliweran di linimasa twitter saya. Saya baru tau tuh program itu, kok ga gaul banget ya? Hehehe. Karena penasaran, akhirnya saya cari tahu sedikit tentangnya. Oh, ternyata itu semacam kegiatan yang disertai dengan komitmen untuk menulis surat cinta selama 30 hari. Hebat juga. Jadi, termotivasi oleh program itu, mumpung ini bulan cinta, saya juga mau ikut-ikutan menulis surat cinta. Saya ga bermaksud mau ikutan program itu sih, karena selain sudah telat, kalau disuruh nulis surat cinta dalam 30 hari, kayaknya saya ga kuat. Jadi, saya mau nulis beberapa surat cinta saja, dimulai dari surat cinta kepada orang yang paling berharga dan paling saya cintai dalam hidup saya. Siapa lagi kalau bukan diri saya sendiri? Hahahaha…

Surat Cinta untuk Diriku

Hai kamu, apa kabar? Iya, aku tahu kamu sedang sehat dan baik-baik saja. Apalagi sekarang badan kamu juga udah tambah langsing, pasti kamu bahagia. Sudah berapa lama ya kita bersahabat? Oiya, seumur hidup. :p lumayan lama juga. Tapi, ternyata sudah lama sekali sejak terakhir kali kita saling menyapa dengan akrab, saling berempati, dan saling berbagi kasih sayang.

Aku ingin minta maaf. Sudah lama aku mengabaikanmu. Merendahkan dan lupa menghargaimu dengan terus saja menyesali hal-hal yang tidak berhasil kita capai, atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat sehingga sekarang hidup kita jadi begini. Aku minta maaf karena telah mengabaikan dan melupakan begitu saja bahwa diluar kesalahan dan kegagalan itu, ada banyak hal, banyak pencapaian, banyak keberhasilan yang juga sudah kita raih bersama-sama, dan akhirnya hidup kita jadi begini (maksudnya menyenangkan).

Aku ingin mengucapkan selamat, sekaligus berterima kasih kepadamu. Karena kita berdua telah berhasil melalui masa paling sulit dalam hidup kita kemarin, dan akhirnya kita berhasil membebaskan diri dari jeratan abusive relationship yang sudah menghancurkan begitu banyak sisi dari kehidupan masa lalu kita yang cemerlang. Kau tahu? Di masa jomblo kemarin, we did it so well. Kita berdua melaluinya dengan sangat baik. Kita berdua bekerja sama dengan baik. Menyembuhkan luka-luka hati bersama, melakukan self upgrade, berpetualan, mempelajari hal-hal baru, meraih prestasi-prestasi dan kemenangan baru, diet dan mempercantik diri, dan voila… lihat diri kita sekarang, kita telah terlahir kembali menjadi orang yang baru. Oh, mungkin tidak, kita telah berhasil keluar dari kegelapan, mengembalikan cahaya-cahaya dan kecemerlangan dalam hidup kita di masa lalu, sebelum kita terjerumus dalam hubungan yang bangs*t itu. Well, salah satu hal yang sangat kusyukuri dalam hidup ini adalah bahwa kita berhasil memerdekakan diri dan untungnya tidak pernah lagi memutuskan kembali pada kebrengsekan itu. Dan aku senang, aku melaluinya bersamamu, diriku.

Hei, biar kutuangkan secangkir teh hangat untukmu, dengan satu setengah sendok gula pasir sehingga manisnya sempurna. Ayo nikmati bersama beberapa potong biskuit monde bourbon yang telah kita sepakati sebagai serpihan-serpihan surga yang bisa lumer di mulut. Mari kita rayakan keberhasilan kita. Merayakan kemerdekaan kita dari abusive relationship. Merakayan keberhasilkan kita yang begitu cepat memulihkan luka-luka hati dan perasaan. Merakayan keberhasilan kita untuk kembali menjadi diri kita yang penuh dengan cahaya dan kecemerlangan seperti di masa lalu. Merayakan semua prestasi yang kita raih. Merayakan semua self upgrade yang telah berhasil kita upayakan.

Akan kukatakan kepadamu tanpa sedikitpun malu-malu, bahwa aku sangat menyayangimu, bahwa aku sangat bangga kepadamu, dan bahwa aku sangat menghargaimu, dan aku merasa bahagia pada setiap pagi dimana aku melihatmu di cermin.

Lihatlah. Kau berhasil menurunkan berat badanmu sampai mencapai berat badan ideal. Keren, kan? Sekarang, kita bukan lagi wanita gendut, kita telah menjadi wanita langsing yang lincah bergerak karena tak dibebani kelebihan berat badan. Kita juga telah bisa (walaupun belum cukup piawai) memainkan hoop. Kita telah melewati banyak keseruan baru, belajar berkebun, membuat gelang, menjahit, membaca puisi, menulis cerpen, dan banyak hal baru yang tak pernah kita lakukan sebelumnya. Bahkan, kita kembali mengikuti kompetisi dan memenangkan beberapa diantaranya. Luar biasa. Kita telah menjadi semakin cantik, semakin bahagia dan memiliki waktu untuk merawat diri kita, merawat perasaan-perasaan kita dengan baik.

Satu hal lagi yang patut berulang kali kita syukuri adalah bahwa saat ini, kita adalah wanita yang dicintai seorang gentleman. Kita berada dalam hubungan yang benar. Biar kubocorkan rahasia akhir cerita ini. Ya, kita akan menjadi wanita yang selalu bahagia, menikah, memiliki anak-anak, kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga dan hidup dengan kultur konservatif seperti yang telah kita impikan sejak lama. Dan itu akan terjadi, tak lama lagi.

Hai kamu, diriku yang begitu kucintai, yang kubanggakan, satu-satunya sahabat yang bisa kuandalkan, kupercayai, dan satu-satunya kepada siapa aku bergantung. Aku ingatkan sekali lagi. Bertanggung jawablah untuk selalu membahagiakan diri sendiri. Tinggalkan pria atau siapapun yang berani melecehkan, menghina, atau merendahkan martabatmu. Karena kita terlahir berharga, dan satu-satunya yang bertanggung jawab menjaga diri kita adalah kita sendiri.

 

Salam manis, aku mencintaimu… muach… :*

Dirimu yang Cantik, Pintar, dan Lovable

Ary Dharmayanti

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s